Beranda Headline Hanya Gara-gara Mengambil 1 Lembar Papan, Pria Paruh Baya di Kapuas Dibacok

Hanya Gara-gara Mengambil 1 Lembar Papan, Pria Paruh Baya di Kapuas Dibacok

3434
0
Korban sedang dirawat di Puskesmas dan Pelaku saat diamankan polisi

ZONAKALTENG, Kuala Kapuas – Seorang pria paruh baya berinisial MU (69), warga Desa Pulau Kaladan, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas mengalami luka bacok. Pada Sabtu, 3 Oktober 2020 sekitar pukul 11.30 WIB.

Pembacokan tersebut terjadi dipicu hanya gara-gara korban mengambil 1 lembar papan dari depan rumah pelaku tanpa izin. Pelaku pembacokan tersebut berinisial SS (30), warga Desa Pulau Kaladan, Kecamatan Mantangai.

Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebati melalui Kasat Reskrim AKP Kristanto Situmeang membenarkan bahwa telah terjadi peristiwa pembacokan tersebut.

Akibatnya, lanjut dia, korban mengalami luka robek pada jari tengah,jari telunjuk, sela ibu jari tangan sebelah kanan, dan pada lengan tangan kiri.

Ia membeberkan kronologis kejadian berawal saat korban mengambil sebilah papan dari depan rumah pelaku tanpa ijin. Kemudian papan tersebut digunakan korban untuk memperbaiki jembatan rusak yang berada didepan rumah pelaku.

“Tak terima dengan kejadian tersebut pelaku mendatangi rumah korban dan sempat terjadi cekcok mulut, kemudian pulang ke rumahnya,” kata Kristanto Situmeang, Minggu, 4 Oktober 2020.

Namun, lanjut dia, pelaku kembali lagi ke rumah korban dengan membawa sebilah parang. Merasa terancam korban pun melakukan perlawanan menggunkan tombak.

Karena faktor usia pelaku berhasil merampas tombak tersebut dan langsung membacok ke arah korban secara membabi buta.

“Pelaku dan korban sempat tarik menarik tombak saat itulah tiba-tiba pelaku menebaskan parangnya sebanyak 1 kali mengenai jari tengah, jari telunjuk, sela ibu jari,” ungkap dia.

Meski demikian, sambung dia, korban tetap tidak melepaskan tombak yang dipegangnya.

Kemudian pelaku menebaskan kembali parangnya ke arah tubuh korban, namun ditangkis menggunakan lengan tangan kiri, sehingga menyebabkan luka robek.

Karena merasa kesakitan, kata dia, korban melarikan diri dari rumah melalui jendela kamar untuk meminta pertolongan warga sekitar.

“Korban pun dibawa ke Puskesmas Mantangai untuk mendapat perawatan medis serta kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Mantangai untuk dilakukan proses secara lanjut,” ucap dia.

Ia mengatakan, pelaku bersama barang bukti tlah iamankan untukproses hukum selanjutnya.

Adapun barang bukti diamankan, sebilah parang panjangnya kurang lebih 50 CM, satu bilah serapang bermata tiga warna coklat motof batik panjang 2,04 meter, satu lembar baju warna merah, dan satu tombak panjang  2 mter terpotong 2 bagian.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (2) KUHPidana,” pungkas dia. (DJEMMY NAPOLEON/A2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here