
ZONAKALTENG, Kuala Kapuas – Sebanyak 2.062 orang tenaga kesehatan baik dari TNI-Polri bakal disuntik vaksin Sinovac.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkes Kapuas, Apendi melalui Kabid Pengendalian Penyakit Masyarakat, dr. Try Setia Utami, Rabu, 6 Januari 2021.
Try Setia Utami mengatakan, pemberian vaksinasi perdana ini kepada 2.062 tenaga kesehatan baik di fasilitas kesehatan serta intansi TNI-Polri sesuai data yang diberikan dari pusat.
Rencananya vaksin Sinovac tersebut akan tiba di Kapuas pada Kamis, 8 Januari 2021.
“Pemberian Vaksin Sinovac tahap pertama bagi 2.062 tenaga kesehatan, hal itu sesuai dengan data dari Kemenkes RI ,” kata dr Try Setia Utami.
Ia menjelaskan, namun hingga saat ini vaksin Covid -19 yang akan diterima oleh Pemkab Kapuas belum diketahui pasti berjumlahnya.
Sementara kapasitias penyimpanan vaksin tersebut harus di sesuaikan, kebetulan ada gudang farmasi dan disetiap Puskesmas sudah memiliki tempat penyimpanan tersendiri.
“Sampai saat ini kita belum mengetahui pasti berapa jumlah vaksin yang kita terima. Sebab kapasitas penyimpanan di kulkas setiap daerah berbeda beda. Karena yang disimpan nantinta tidak hanya vaksin COVID-19, tapi ada juga vaksin lain,” beber dia.
Ia menyampaikan, untuk saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan dengan Pemerintah pusat maupun provinsi Kalteng terkait pelaksanaan pemberian vaksin tersebut.
Karena tenaga Nakes yang akan mendapat vaksin untuk tahap satu ini rencana akan dilakukan registrasi ulang yang mendaftar lewat online dan tes kesehatan serta dilakukan pemantauan setelah diberikan vaksin.
“Setelah disuntik vaksin Sinovac atau COVID-19 akan dilakukan pemantauan secara berkala apakah ada reaksi atau efek sampingnya,” ucap dia.
Ia menambahkan, vaksin Sinovac diperuntukan bagi usia 8 hingga 49 tahun itu ada intruksi Menteri Kesehatan RI bahwa pemberian perdana bagi vaksinasi diperbolehkan untuk esolon II maupun Forkopimda, namun masih dilakukan koridinasi dengan Pemprov Kalteng bagaimana mekaniseme.
Tetapi pihaknya telah menyiapkan petugas yang akan mendapat pelatihan sesuai juknis dari Kemenkes.
“Memang saat ini belum diperuntukan untuk bayi, balita dan lansia, tetapi para ahli masih melakukan penelitian dan pengembangan. pemberian vaksin harus memenuhi kiteria,” ujarnya.
Ia berharap kepada para tokoh agama dan masyarakat mendukung program ini. Serta selektif dalam mengakses informasi dari sumber yang dapat dipertangung jawabkan.
“Saya meminta kepada masyarakat jangan sampai terpengaruh dengan berita yang tidak jelas sumbernya, sehingga menjadi berita hoax yang nantinya merugikan banyak orang,” pungkasnya. (DJEMMY NAPOLEON/A2)
