
ZONAKALTENG, Pulang Pisau – Kabar gembira bagi para petani sengon, saat ini ada pembeli yang siap menampung hasil kebun masyarakat di wilayah Kecamatan Jabiren Raya.
Sebelumnya di masa pandemi Covid- 19 para petani sengon kesulitan menjual hasil kebunnya.
Dengan adanya pembeli tersebut, para petani sengon di Kecamatan Jabiren Raya akhirnya mulai bergairah.
Meski ada pabrik sengon di Pulang Pisau, namun para petani lebih memilih menjualnya ke pulau jawa.
“Kita lebih memilih menjual sengon ke pulau jawa dari pada menjual ke pabrik sengon di Pulang Pisau. Hal ini lantaran tidak ada kecocokan harga dengan pihak pabrik,” kata salah seorang pengumpul sengon Albinus Awat.
Ia mengakui prihatin karena sebelumnya pemasaran sengon ini terpuruk akibat pandemmi COVID-19.
Meskipun ada pabrik sengon di Kabupaten Pulpis, lanjut dia, ternyata para petani belum ada yang berminat untuk menjual ke pabrik tersebut.
“Padahal kebun sengon masyarakat melimpah ruah, namun petani tidak ada yang berminat menjual ke pabrik di daerah ini. Meihat kondisi ini pak, saya mencari hubungan keluar daerah, dan kita bersyukur ada perusahaan yang siap menampung sengon masyarakat dengan harga yang bisa membantu masyarakat untuk bertahan di musim covid 19 ini,” jelas dia.
Ia membeberkan, dia bekerjasama dengan perusahaan di pulau jawa untuk membeli sengon dan dikirim dengan Truk Puso yang bermuatan 20-25 M3 satu truk, dan kegiatan ini baru satu bulan sudah mengirim 20 Truk Puso ke Pulau Jawa.
Adanya pembeli yang sesui dengan harapan masyarakat. Terlihat muka sumringah masyarakat setempat yang sangat senang begitu melihat hasil tanaman sengon mereka dimuat kedalam truk.
” Begitu di foto, maka langsung ditransfer uangnya dari perusahaan, dan tidak menunggu lama, ini yang membuat masyarakat /petani sengon bergairah, tidak seperti yang lalu, bagi petani pembayaran lama berbulan kadang-kadang sudah dipanen tidak diambil sampai banyak, dan yang buruk pun akhirnya dipingir jalan,” ujar Awat.
Ia menambahkan, untuk harga ada dua macam dari ukuran 14-19 m3 panjang 135 cm dengan harga Rp 300,000 m3 dan ukuran 19-30 cm dengan harga Rp 500,000 m3.
” Betul pak, kami akan terus membeli sengon masyarakat untuk membantu masyarakat dalam pemasaran sengon. Apa lagi antusias masyarakat yang menjual kepada kami cukup bagus, dan kami lihat masih banyak sengon yang siap panen,” ucap dia. (SENDRI/A2).
