Beranda Kapuas Ribuan Guru honorer dan kontrak di Kapuas Bakal Dievaluasi dan Ikuti Uji...

Ribuan Guru honorer dan kontrak di Kapuas Bakal Dievaluasi dan Ikuti Uji Kompetensi

1462
0

ZONAKALTENG, Kuala Kapuas-Ribuan guru kontrak dan honorer di Kabupaten Kapuas akan dievaluasi dan mengikuti kompetensi dan survei kinerja untuk perpanjangan kontrak dan kelayakan tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan Kapuas H. Suwarno Muriat mengatakan, uji kompetensi ini dilaksanakan sebagai bahan evaluasi terhadap guru honorer yang sudah masuk K3 dan guru kontrak.

“Uji kompetensi terhadap guru honorer yang sudah masuk K3 itu untuk mengetahui layak atau tidaknya, sedangkan bagi guru kontrak sebagai bahan evaluasi kinerjanya selama tahun 2020,” katanya, di Kuala Kapuas, Jumat, 15 Januari 2021.

Selain itu, lelaki yang mendapat gelar doktor di salah satu Universitas Negeri di Malang itu mengatakan dalam uji kempetensi ini juga pihaknya ingin mengetahui keberadaan jumlah siswa dan guru apa kah sudah ideal atau belum.

“Karena informasi yang diterima Dinas Pendidikan baik itu dari guru pengawas maupun korwil ada penumpukan guru disatu sekolah dan pada sekokah lain mengalami kekurangan guru,” jelas Suwarno Muriat.

Menurut dia, berdasarkan hasil survei kinerja, kelayakan guru harus sesuai dengan latar belakang pendidikan, dan kalau sarjana harus mengajar di SMP, sedangkan lulusan SMA akan ditempatkan di sekolah yang kekurangan guru.

Suwarno menyampaikan, untuk guru honorer direncanakan akan mengikuti test P3K dan yang sudah terdaftar sebanyak 2 ribu lebih masuk dalam Dapodik.

Sesuai dengan rapat yang berlangsung di Jogjakarta beberapa waktu yang lalu, bagi mereka yang dikontrak guru Kategori dua (K2) nantinya tetap ikut test Kabupaten sabagai pemanasan.

“Untuk tanggal 27 januari 2021 nanti seluruh guru kontrak maupun honorer sekitar 3.542 orang akan ikut test kompetensi maupun evaluasi kinerja,” ujarnya.

Ditambahkannya, kalau guru kontrak tidak memenuhi persyaratan kemungkinan tidak akan di perpanjang kontraknya, dan diganti dengan yang sudah kualifikasi strata 1 (S-1) dan sudah banyak daftar tunggunya, karena guru dengan lulusan ijazah SMA tidak ada minat untuk menjadi guru dan itu keluhan dari kepala Sekolah.

“Jumlah guru kontrak maupun honorer di Kapuas ini sebanyak 3.542 dan mereka nantinya akan dievaluasi kembali, karena berdasarkan informasi, ada yang benar-benar mengajar dan ada juga tidak dan diduga fiktif,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, berdasarkan data guru bersangkutan mengajar di sekolah A, dan ternyata orangnya bekerja di perusahaan bahkan di pasar modern dan menerima gaji dari pemerintah dan ini tidak boleh dan diduga ini ada, sehingga perlu dilakukan evaluasi kembali.(Djemmy Napoleon/A1).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here