Jumat, Oktober 16

DPUPR Pulpis Bersinergi Dengan Balai Jalan Nasional Sukses Program Startegis Nasional

ZONAKALTENG, Pulang Pisau – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pulang Pisau bersinergitas dengan Balai Jalan Nasional menyukseskan program startegis nasional.

Kepala DPUPR Pulpis, Usis I Sangkai mengatakan, sinergitas ini agar tidak tumpang tindih dalam pembangunan infrastruktur jalan.

“Kita sudah sepakat serta terus berdiskusi secara berkelanjutan untuk saling bersinergi dalam menyuskseskan program startegis nasional dalam hal pembangunan jalan,” kata Usis I Sangkai, Senin, 25 Januari 2021.

Dalam hal ini, lanjut dia, mereka membangun jalan inti sementara pihaknya disekitarnya untuk koneksi ke jalur food estate.

Ia menjelaskan, pemkab Pulpis melalui DPUPR bertugas untuk membantu mensukseskan kegiatan food estate. Sebab kegiatan food estate sudah dilaksanakan mengguanakan anggaran bersumber dari APBN.

Baik oleh Balai Jalan Nasional untuk pembangunan Jalan dan Jembatan, sedangkan untuk infrastruktur pengairan irigasi oleh Balai Rawa.

“Bina Marga Pulpis kita membantu membangun jalan menuju ke food estate. Kegiatan kami bantu ini diluar yang dikerjakan mereka, hal ini agar tidak terjadi tumpang tindih,” jelas dia.

Ia membeberkan, pembangunan jalan yang menjadi tugas Kabupaten yakni Jalan dari Maliku mengarah ke Tahai.

Sementara, karena jalan yang dibangun oleh Balai Jalan Nasional, yakni jalan dari Tarung Manua, STI Tahai, Tahai Baru, Sanggang, Pantik, Belanti Siam dan Gedabung.

“Kalau jalan yang kita bangun ini menuju ke pusat lokasi food estate itu. Dengan demikian konektifitas tetap terjalin,” ucap dia.

Ia menambahkan, untuk pelaksanaan mendukung food estate di tahun 2021 ini ada 6 Kecamatan yang telah di anggarkan untuk pembangunannya, yakni Kecamatan Kahayan Hilir, Kecamatan Pandih Batu, Kecamatan Maliku, Kecamatan Kahayan Kuala, Kecamatan Sebangau Kuala dan Kecamatan Jabiren Raya.

“Tugas kita mendukungnya untuk menyuskseskan food estate itu, dengan membangun jalan dan jembatan menuju lokasi tersebut, intinya sesuai dengan kewenangan kami,” beber dia.

Sementara untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi dan lain sebagainya total anggaran kurang lebih Rp. 100 Miliar.

Untuk itu,lanjut dia, diharapkan semua akses menuju food estate akan di permudah, tidak ada lagi kendala atau pun hambatan dalam infrastruktur menuju food estate kedepanya. (SENDRI/A2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *