Beranda Barito Selatan Bupati Barito Selatan Orang Pertama Disuntik Vaksin COVID-19

Bupati Barito Selatan Orang Pertama Disuntik Vaksin COVID-19

30
0

ZONAKALTENG, Buntok – Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri menjadi orang pertama menjalani vaksinasi atau disuntik vaksin COVID-19, di halaman Puskesmas, Buntok, Selasa, 2 Febuari 2021.

Pantauan, usai pembukaan kegiatan Kick Off pelaksanaan vaksinasi atau penyuntikan perdana vaksin COVID-19 Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri pertama kali disuntik.

Sebelum disuntik vaksin jenis Sinovac, Bupati terlebih dahulu menjalani screening, termasuk pemeriksaan tensi darah oleh petugas yang telah disiapkan, setelah semua dinyatakan siap baru dilakukan penyuntikan.

Kemudian selanjutnya, Dandim 1012 Buntok, Letkol Inf Dwi Tantomo, anggota DPRD Barsel, Adiyat Nugraha, Kepala Kejaksaan, Sekda Barsel, Eddy Purwanto, Camat Dusun Selatan, Mario Aan dan lainnya.

Sementara Kapolres Barsel AKBP Tri Agung Widiantoro dan wakil ketua II DPRD Barsel, Hj Enung Irawati batal disuntik karena tensi darah tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Barsel, Daryomo Sukiastono mengatakan, penyuntikan perdana atau kick off ini terdiri dari perwakilan Forkopimda dan perwakilan lainnya.

Sementara untuk tenaga kesehatan diseluruh  Puskesmas wilayah kerja Dinkes Barsel dimulai pada besok 3 Febuari 2021 secera serentak.

“Penyuntikan perdana hari ini khusus bagi perwakilan Forkopimda. Dan disuntik pertama Bupati Barsel, Eddy Raya Samsuri,” kata Daryomo Sukiastono.

Ia menjelaskan, vaksinasi ini bertujuan untuk mengurangi transmisi atau penularan COVID-19 serta menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19.

Kemudian, sambung dia, mencapai kekebalan kelompok masyarakat (Herd Immunity) dan melindungi masyarakat agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

Ia membeberkan adapun rentang pemberian vaksin 2x selama 14 hari setelah 14 hari disuntik vaksin pertama.

Sementara, lanjut dia, bagi yang tidak boleh diberikan vaksin COVID-19 yakni pernah terkonfirmasi COVID-19, ibu hamil dan menyusui, menjalani terapi jangka panjang terhadap kelainan darah.

Serta penyakit jantung, penyakit auto imun, ginjal, paru-paru, menderita DM, dan penyakit lainnya. Sebelum divaksin akan dilakukan skrinning oleh petugas.

Ia menambahkan untuk pelaksanaan vaksinasi terbagi menjadi 4 tahap. Pada tahap pertama untuk tenaga kesehatan sebanyak 1.100 orang.

Tahap kedua terdiri dari TNI-Polri dan pejabat public sebanyak 7.631 orang. Tahap III lansia, disabilitas dan masyarakat rentan 37.505 orang dan tahap IV bagi masyarakat lainnya atau umum sebanyak 25.863 orang.

“Jadi total vaksin dari tahap I-IV sebanyak 72.098 orang,” ucap dia. (B/A2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here