
ZONAKALTENG, Buntok – Ketua PWI pusat, Atal S Depari menyebutkan dimasa pandemi Corona Virus Disease atau COVID-19, pers dan media di tanah air sedang sakit.
Hal tersebut disampaikannya saat membacakan sambutan dihadapan Presiden RI Joko Widodo pada acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-75 di Istana Negara.
Atal S Depari menyebutkan, pers sebagai mulut, mata, telinga, otak, hati dan jiwa bangsanya. Namun, ditengah pendemi COVID-19 komitmen semakin relevan.
“Tidak hanya jiwa raga, negara, bangsa dan masyarakat yang sakit. Namun, pers dan media di tanah air juga sedang sakit,” kata Atal S Depari.
Ia menjelaskan, meski demikian pers dan media dituntut oleh tugas kemanusiannya menjadi jembatan komunikasi dan informasi bagi masyarakat luas.
Oleh Dewan Pers bersama satgas COVID-19, sambung dia, wartawan diterjunkan sebagai ujung tombak, fellowship journalism ubah perilaku agar masyarakat sadar protokol kesehatan. Ini adalah kabar baiknya.
Kabar buruknya, krisis ekonomi akibat pandemi, telah mengakibatkan peforma industri media menurun. Ada perusahaan pada akhirnya terpaksa mem PHK karyawannya, tak sedikit juga media gulung tikar.
Ia membeberkan, papi ada yang menyambung hidup dari idealismenya, pindah ke online sambil belajar beradaptasi.
Bila krisis kesehatan dan ekonomi ini tidak segera berlalu, sejumlah media diperkirakan hanya akan mampu bertahan hanya dalam hitungan bulan lagi.
“Oleh karena itu, kita memohon kepada Bapak Presiden agar insentif ekonomi untuk industri pers nasional yang pernah dijanjikan pemerintah dapat segera diwujudkan,” ucap dia.
Ini merupakan salah satu kesimpulan dari konferensi nasional media massa yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. (B/A2).
