
ZONAKALTENG, Buntok-Kepala Dinas Pendidikan Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Suaib mengatakan ujian nasional pada 2021 ini ditiadakan atau tidak dilaksanakan.
“Hal tersebut sesuai dengan surat edaran menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1/2021 tentang peniadaan ujian Nasional,” katanya, di Buntok, Kamis.
Sedangkan untuk ujian sekolah lanjut dia, akan diatur oleh masing-masing sekolah yang mengatur untuk pelaksanaannya.
“Untuk ujian sekolah pada sekolah dasar (SD) di Barito Selatan ini sudah mulai dilaksanakan pada 22 Maret 2021,” ucapnya.
Begitu juga kata dia, dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP), namun untuk SMP cara ujian sekolahnya berbeda dengan sekolah dasar, sebab ada dua pilihan.
“Pilihan pertama diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan atau yang kedua berdasarkan hasil Musyawarah Kepala-Kepala Sekolah (MKKS) yang memutuskan ujian sekolah tidak dengan tatap muka, akan tetapi melalui fortopolio dan penugasan,” jelas Su’aib.
Hal itu mengingat saat ini sedang dalam masa pandemi COVID-19 yang mana ada yang bisa menghadirkan siswa dan ada yang tidak bisa menghadirkan siswa, sehingga melewati pengumpulan fotopolio dan nilai-nilai harian dan lainnya termasuk penugasan khusus.
“Jadi strateginya diatur oleh masing-masing sekolah dan untuk kelulusan siswa tergantung hasil penilaian sekolah,” tambah Su’aib.
Selain itu ia juga menyampaikan, untuk proses belajar sistem tatap muka sedang dalam tahap uji coba dan memang ada sekolah yang siswanya turun ke sekolah, dan pihaknya membatasi jumlahnya sebanyak 50 persen.
Itupun kata dia, siswa yang hadir hanya sebanyak 20 persen yang orang tuanya setuju dilaksanakan proses belajar mengajar dengan sistem tatap muka.
Khusus di kota Buntok masih banyak orang tua siswa yang tidak setuju dilaksanakan pembelajaran sistem tatap muka.
Ia mencontohkan seperti SMP-2 Buntok, orang tua siswa yang setuju dilaksanakan pembelajaran sistem tatap muka hanya 30 persen saja, sedangkan 70 persennya tidak setuju.
“Dari 30 persen itu kita coba melaksanakan pembelajaran sistem tatap muka, dan itu juga sudah mendapat izin dari satgas penanganan COVID-19,” terangnya.
Menurut dia, dari 30 persen jumlah siswa pada sekolah itu dibagi lagi jadwal kehadirannya ke sekolah.(H.Bayu/A1).
