Jumat, Oktober 16

Kesbangpol Pulang Pisau Segera Investigasi Organisasi JAI

ZONAKALTENG, Pulang Pisau – Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pulang Pisau akan segera menginvistigasi keberadaan organisasi Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Desa Kantan Muara, Kecamatan Pandih Batu.

“Informasi keberadaan organisasi JAI di Desa Kantan Muara kita terima baru sebatas laporan. Oleh sebab itu dalam waktu dekat ini kita akan segera turun lapangan untuk mengivestigasi atau memastikannya,” kata Sugondo.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil konfirmasi bahwa Camat Pandih Batu membenarkan keberadaan organisasi Jammaah Ahmadiyah Indonesia tersebut.

Oleh sebab itu, lanjut dia, pihaknya akan segera investigasi untuk mengkroscek sejauh mana organisasi JAI tersebut baik ajaran yang dilaksanakan, termasuk apakah organisasi ini bertentangan atau tidak dengan aturan di Republik ini.

“Kita menerima laporan bahwa organisasi JAI ini tidak meresahkan masyarakat, meski demikian kita ingin memastikan apakah organisasi ini diakui atau tidak oleh Negara,” tandas dia.

Ia menegaskan, sejauh ini organisasi tersebut juga belum melaporkan atau mendaftarkan organisasinya di Kesbangpol Kabupaten Pulpis. Saai ini jumlah organisasi yang terdaftar di Kesbangpol tercatat sebanyak 63.

“Organisasi JAI ini belum terdaftar di Kesbangpol, oleh sebab itu kita akan turun kelapangan untuk menginvestigasinya,” beber dia.

Berdasarkan informasi dilansir dari BBC Indonesia, bahwa organisasi tersebut adalah sebuah gerakan kebangkitan Islam dan mazhab atau aliran baru dalam Islam, baru lahir lebih dari satu abad lalu, yang tak lepas dari kontroversi.

Sebelumnya, Ketua MUI Ma’ruf Amin yang sekarang Menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) sempat memaparkan, bahwa ajaran Ahmadiyah sudah menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya.

Hal prinsip yang membedakan antara Islam arus utama dan Ahmadiyah, sebagaimana dikatakan oleh Ma’ruf Amin, adalah masalah kenabian.

Ahmadiyah menganggap ada nabi setelah Nabi Muhammad. Hal itu suatu pendapat yang tidak boleh dipersoalkan lagi, tegas Ma’ruf Amin dalam wawancara khusus dengan BBC Indonesia di kantor pusat MUI, Jakarta.

Sosok yang diyakini Ahmadiyah sebagai nabi penerus setelah Nabi Muhammad SAW adalah Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Ahmadiyah. (SENDRI//A2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *