Jumat, Oktober 16

Dimasa Pandemi COVID-19 Standar Pelayanan Kesehatan Tetap Dilaksanakan

ZONAKALTENG, Kuala Kapuas- Dimasa pandemi Covid-19, standar pelayanan kesehatan tetap dilaksanakan terhadap masyarakat.

Hal tersebut sesuai dengan program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga untuk memenuhi standar Pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan.

Kepala Bidang Yankes pada Dinkes Kapuas, Pandit mengatakan dimasa pandemi covid-19 jangan sampai ada keluhan dari masyarakat bahwa tidak terlayani ketika berobat ke Puskesmas.

Sebab program indonesia sehat pendekatan keluarga harus di tetap dilaksanakan untuk memenuhi standar pelayanan minimal dibidang kesehatan.

“Saya ingatkan kepada Kepala Puskesmas jangan sampai ada keluhan masyarakat yang tak terlayani ketikan berobat, sebab PIS-PK harus tercapai PSM sebagai target kinerja kesehatan,” kata Pandit.

Ia menegaskan mutu pelayanan harus ditingkatkan karena sekuruh Puskesmas di Kabupaten Kapuas sudah terakreditasi sehingga tidak diragukan lagi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dengan dilaksanakan kegiatan pertemuan dengan seluruh Puskesmas, pihaknya mengevaluasi pelayanan yang sudah dilakukan, termasuk capaian standar pelayanan minimal sebagai target dari Dinas Kesehatan.

“Rapot Dinas Kesehatan adalah 12 indikator yang dilaksanakan oleh Puskesmas dimana melaporkan capaian kegiatan serta kendala yang terjadi dilapangan,” ucap dia.

Ia menjelaskan salah satu indikator pelayanan kesehatan kepada ibu hamil jangan sampai ada kasus kematian khususnya ibu melahirkan tidak tertangani dengan alasan tidak ada tenaga di Puskesmas.

Kemudian untuk ibu melahirkan jangan sampai melahirkan dirumah tetapi di vasilitas kesehatan.

“Alangkah baiknya masyarakat yang hendak melahirkan lebih baik di fasilitas kesehatan di bantu oleh tenaga kesehatan berkopetensi, jangan sampai melahirkan dirumah yang berakibat fatal terhadap ibu dan anak,” kata dia.

Sementara Eka Sion menambahkan kegiatan pertemuan dengan penguatan PIS-PK dimana di ikuti oleh Kepala Puskesmas, tim mutu dan penanggung jawab ISPK di Puskesmas dimana materi yang diberikan dengan sinkronisasi data untuk mendukung Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga dimana ada 78 peserta yang mengikuti kegaiatan tersebut.

“Dari sinkronisasi data dari Puskesmas maka akan tercapai standar pelayanan minimal di bidang kesehatan. Nantinya data tersebut sebagai acuan untuk mereka bekerja,” pungkasnya. (DJEMMY NAPOLEON/A2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *