Jumat, Oktober 16

Fraksi Gerindra Minta Setiap Desa Dapatkan Program Pembangunan Melalui APBD

Foto: Ketua Fraksi partai Gerindra DPRD Kotawaringin Timur, H. Ary Dewar.(ZONAKALTENG/Darmo).

ZONAKALTENG, Sampit-Ketua Fraksi partai Gerindra DPRD Kotawaringin Timur, H. Ary Dewar meminta agar setiap desa mendapatkan program pembangunan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Hal itu agar pembangunan bisa benar-benar merata,” katanya, di Sampit, Jumat (13/5/2022).

Menurutnya, program pembangunan menggunakan APBD daerah itu setidaknya memiliki nilai azas manfaat secara langsung bagi setiap desa yang ada di daerah ini dengan cara memprogramkan minimal satu program pembangunan di setiap desanya kedepan.

“Program ini sangat penting, dan tujuannya agar seluruh desa di daerah ini bisa tersentuh pembangunan secara langsung. Artinya dalam setiap satu kali pembahasan terutama di APBD murni misalnya, setidaknya ada satu program khusus yang masuk desa yang mana sesuai dengan kebutuhan setiap desa masing-masing,” kata dia.

Meskipun demikian, legislator asal Dapil IV ini juga menjelaskan, sudah barang tentu setiap rencana kerja maupun program itu nantinya harus mengacu pada kondisi keuangan daerah. Menurutnya saat ini terobosan baru dalam bentuk program pembangunan satu program satu desa itu sendiri merupakan langkah strategis yang perlu digaris bawahi.

“Selama ini aspirasi masyarakat kita, yakni belum meratanya pembangunan, dengan langkah atau terobosan ini, kami kira semua akan tersentuh, karena dalam hal ini tentunya di dasari kajian-kajian ketika satu program untuk desa itu dilakukan, karena ada beberapa kategori yang sulit di kembangkan, misalnya desa tanpa listrik, atau desa minim air bersih dampak kemarau, atau peningkatan sektor pertanian desa dan lainnya,” timpalnya.

Terakhir Ary Dewar juga berharap, kedepannya program pembangunan fisik yang semakin berkurang dampak dari Covid -19 lalu, merupakan akar kendala selama ini. Sehingga menurutnya perlu adanya pergerakan untuk meningkatkan kembali program pemerintah daerah dengan terobosan baru yang sejauh ini masih belum bisa maksimal dilakukan akibat terbenturnya anggaran.

“Bahkan sejauh ini masih banyak desa yang bahkan yang sama sekali tidak kebagian program pembangunan. Padahal kita ketahui masyarakat desa setiap tahunnya menyampaikan aspirasi mereka melalui musyawarah perencanaan pembangunan desa, namun hingga kini banyak program yang tidak terealisasi,” tutupnya.(drm/A1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *