
Foto: Rumah ambruk dan TRC BPBD saat berada di lokasi kejadian.
ZONAKALTENG, Buntok-Satu unit rumah di Jalan Karau Gang Swarga Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah ambruk akibat abrasi atau pengikisan tanah pada pinggir sungai Barito.
“Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (9/4) sekitar pukul 19.30 WIB,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Selatan, Alip Suraya melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Suwono saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu malam.
Ia mengatakan, rumah yang ambruk akibat abrasi di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito tersebut merupakan tempat tinggal milik almarhum H. Samsul dan Ancin Mawarni (42).
“Rumah yang ambruk milik almarhum H. Samsul dan Ancin Mawarni tersebut dengan ukuran 10X10 meter yang diatasnya ada bangunan sarang walet,” jelas Suwono.
Ia menerangkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambruknya satu unit rumah terjadi di Jalan Karau Gang Swarga Buntok, Kecamatan Dusun Selatan tersebut.
“Sebelum rumah itu ambruk, ibu Ancin Mawarni bersama tiga orang anak beberapa hari sebelumnya sudah mengungsi ke rumah keluarga mereka karena takut rumah ambruk, sehingga dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,” terangnya.
Menurut dia, setelah mengetahui informasi adanya rumah ambruk, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Barito Selatan langsung menuju lokasi kejadian.
“Setelah mendapatkan informasi, TRC BPBD Barito Selatan langsung menuju ke lokasi kejadian yang berada Jalan Karau Gang Sewarga Buntok,” tambah Suwono.
Dikatakannya, pihaknya juga memberikan bantuan berupa paket sembako kepada korban dan warga yang berada di sekitar yang juga terdampak.
Pada kesempatan itu, Suwono juga mengimbau kepada masyarakat khususnya yang rumahnya berada di pinggir DAS Barito agar selalu meningkatkan kewaspadaan akan bahaya abrasi.
“Kita juga mengimbau kepada masyarakat, kalau bisa jangan membangun rumah atau bangunan lainnya dipinggir sungai agar bangunannya terhindar dari abrasi,” demikian Suwono.(HBI).
