
Foto: kegiatan siraman dan renungan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas TRC-PB BPBD Barito Selatan, di Buntok, Kamis Sore, di Koramil Dusun Selatan, di Desa Sanggu, Kamis sore.
ZONAKALTENG, Buntok-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Selatan, Kalimantan Tengah melaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas anggota tim reaksi cepat penanggulangan bencana (TRC-PB).
Sekretaris BPBD Barito Selatan, Aloysius Sado mengatakan, pelatihan peningkatan kapasitas terhadap anggota TRC-PB tersebut pertama kali dilaksanakan.
“Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari dari 12-14 Desember tersebut diikuti 25 orang anggota TRC-PB BPBD Barito Selatan,” katanya, di Buntok pada kegiatan penutupan pelatihan yang berlangsung di Koramil 10 Dusun Selatan, di Desa Sanggu, Kamis sore.
Ia mengatakan, adapun tempat dilaksanakannya pelatihan teori dilaksanakan di Kantor BPBD pada tanggal 12 Desember, sedangkan untuk latihan fisiknya di Koramil 10 Dusun Selatan selama 2 hari.
Dalam pelatihan ini lanjut dia, ada tujuh materi yang diberikan yakni tentang bantuan hidup dasar dan resusitasi jantung paru, BHD dan RJP, materi tentang pendarahan, shock dan cidera jaringan lunak.
Kemudian materi tentang cidera alat gerak, peraturan baris berbaris, materi manajemen resiko bencana dan peran TRC dan materi tambahan lainnya dalam upaya meningkatkan disiplin.
Sedangkan narasumber dari pelatihan ini kata dia, dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah, kantor pencarian dan pertolongan kelas B Palangka Raya dan anggota Kodim 1012 Buntok.

Sedangkan Sekda Barito Selatan, Eddy Purwanto dalam sambutannya yang dibacakan Bati Tata Usaha Urusan Dalam (TUUD) Koramil 10 Dusun Selatan, Pelda Suparno mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada narasumber dan peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dengan baik.
Ia berharap, dengan dilaksanakannya pelatihan ini, dapat terbentuknya kompetensi dan jiwa korsa untuk ketahanan serta ketangguhan Sumber Daya Manusia (SDM) pada BPBD Barito Selatan dengan sikap cepat dan tepat dalam menghadapi bencana.
Dalam acara penutupan tersebut, 25 orang peserta yang telah melaksanakan latihan fisik selama dua hari itu disambut oleh keluarganya masing-masing.
Dalam acara penutupan latihan itu juga dilaksanakan kegiatan renungan dan masing-masing peserta yang telah mengikuti latihan fisik tersebut bersimpuh dihadapan keluarganya masing-masing dan setelah itu dilanjutkan dengan siraman.(HBI).
