
ZONAKALTENG, Kapuas – Pentas seni (Pensi) Sekolah Katolik Santo Paulus untuk pertama kali diselenggarakan secara terbuka dengan melibatkan siswa, orang tua dan partisipasi dari sekolah yang tergabung di dalam gugus.
Kegiatan yang berlangsung di halaman yayasan pendidikan tingkat satuan pendidikan KB, SD dan SMP dihadiri langsung Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Drs Aswan, M.Si didampingi Kepala Bidang Pendidikan SMP, Agustin, Ketua Yayasan Sekolah Katolik Santo Paulus, SR. Mary Secunda, SPC bersama jajaran.
Kadisdik Kapuas, Aswan mengatakan bahwa pihaknya mengikuti kegiatan pesta perlindungan Sekolah Katolik Santo Paulus. Dimana peserta didik melaksanakan pameran hasil karya peserta, bazar dan pentas seni budaya serta bernyanyi.
“Kegiatan yang dilaksanakan pada saat ini, merupakan implementasi profil pelajar Pancasila,” ucap Aswan, Jumat (26 Januari 2024).
Disampaikan Aswan, ada kegiatan yang berkaitan dengan kewirausahaan dengan menjual produk-produk hasil olahan mereka peserta didik. Baik itu Kelompok Bermain (KB), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Tentu kegiatan seperti ini mengenalkan peserta didik kewirausahaan sejak dini serta ada kegiatan pentas seni budaya,” terangnya.
Diharapkan, yayasan Sekolah Katolik Santo Paulus menjadi percontohan bagi sekolah yang lain. Bagaimana menggali potensi yang dimiliki oleh anak-anak dan mencegah terjadinya perbuatan yang bersifat negatif, misalnya bully dan kekerasan antar pelajar.
“Yayasan Sekolah Katolik Santo Paulus salah satu sekolah penggerak bisa menjadi contoh bagi satuan pendidikan yang lainnya, baik itu praktik, ketrampilan dan kemampuan ke hal-hal yang positif,” imbuhnya.
Sedangkan ketua Yayasan Sekolah Katolik Santo Paulus SR. Mary Secunda, SPC menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah merupakan pesta nama sekolah. Dimana kegiatan diawali dengan persiapan kemudian perayaan Ekaristi dalam rangka syukuran untuk pesta nama sekolah, tepatnya setiap tanggal 25 Januari 2024.
“Hari ini merupakan kegiatan puncak dari rangkaian kegiatan dengan diadakan pementasan seni budaya, bazar dan pameran yang dipersiapkan selama 1 tahun,” terangnya.
Diakuinya bahwa, semua orang tua murid dilibatkan pada kegiatan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi dan bakat yang dimiliki peserta didik.
“Saya berharap melalui kegiatan ini, potensi peserta didik baik dari seni budaya, melukis dan olahraga akan berkembang,” pungkasnya. (Djimmy)
