
ZONA KALTENG, Kuala Kapuas-Anggota DPRD Kapuas, Kalimantan Tengah Thosiba Limin mengatakan, kearifan budaya lokal harus dilestarikan, supaya tidak terkikis arus globalisasi.
“Kearifan budaya lokal sebagai bukti identitas masyarakat suku dayak Kalimantan Tengah, dan jangan sampai terkikis arus globalisasi,” kata politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kapuas itu.
Menurut dia, kearifan lokal yang perlu dilestarikan itu seperti bahasa, seni dan budaya tersebut harus terus dikenalkan kepada generasi muda.
Karena kalau tidak dikenalkan dan dilestarikan, maka akan tergerus arus globalisasi dan seperti bahasa lambat lain akan kalau tidak dipertahankan dari sekarang.
Oleh karena itu, bahasa harus dipertahankan oleh orang tua kepada anaknya, dan juga perlu dukungan dari pemerintah kabupaten untuk membuat regulasi yang lebih jelas, terkait bagaimana bahasa ibu bisa menjadi bahasa komunikasi selain bahasa permesatu yakni bahasa Indonesia.
“Pelestarian itu harus dimulai dari sekarang, dan kalau melihat potensi adat istiadat baik seni budaya, ukiran, dan bahasa daerah, bisa kita jadikan bahan untuk pengembangan pariwisata di daerah ini,” beber Ketua Gerakan Pemuda Dayak Kapuas itu.
Selain itu ia juga meminta kepada dinas terkait untuk selalu melakukan promosi wisata melalui media sosial, karena Kabupaten Kapuas memiliki potensi alam yang bisa dikelola dari sektor pariwisata, termasuk kearifan lokal juga harus bisa menjadi destinasi wisata Kabupaten Kapuas,” pungkasnya.(Djemmy Napoleon/ A1).
