
ZONAKALTENG, Kapuas – Peristiwa kebakaran Kantor Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Pabelum Kuala Kapuas terbakar saat kantor dalam keadaan sepi, sehingga menghanguskan 4 buah ruangan pada Jumat (1 Maret 2024) sekitar pukul 12:30 WIB.
Kejadian tersebut dipantau langsung oleh Pj Bupati Kapuas, Erlin Hardi didampingi Direktur Perumda Tirta Pabelum, Abisua Setia Nugroho bersama Kepala OPD di lingkup Pemkab Kapuas.
Beruntung dalam kejadian tersebut Pemadam Kebakaran baik milik pemerintah daerah dan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Swasta berhasil memadamkan api sehingga tidak merembet ke ruangan lainnya dan pemukiman warga.
Erlin Hardi mengatakan, musibah kebakaran terjadi di Kabupaten Kapuas dimana bangunan kantor pelayanan administrasi Perumda Tirta Pabelum Kuala Kapuas terbakar. Tentu sedikit menggangu sistem layanan pembayaran iuran bulanan tagihan penggunaan air bersih secara manual.
“Kita kembali mengalami musibah kebakaran kantor layanan administrasi Perumda walaupun sedikit menggangu pelayanan pembayaran secara manual,” ungkap Erlin Hardi, Jumat (1 Maret 2024).
Erlin Hardi mengakui bahwa sudah disampaikan oleh Direktur Perumda bahwa sistem pembayaran tagihan bulanan pengurangan air baku bisa dilakukan secara sistem online.
Kemudian kondisi seperti ini segera pihak Perumda untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak terjadi tunggakan yang nantinya mempengaruhi sistem layanan air bersih, karena ketidaktahuan masyarakat untuk melakukan pembayaran.
“Saya minta kepada pihak manajemen PDAM segera sosialisasi kepada masyarakat, bahwa layanan pembayaran PDAM bisa dilakukan secara online dan offline di konter pembayaran yang sudah di sediakan,” terangnya.
Ditegaskan Pj Bupati bahwa sistem pendistribusian air baku kepada masyarakat tidak mengalami kendala tetap lancar seperti biasanya. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena terpisah instansi pengolahan air minum dengan kantor layanan.
“Kita sudah mencari solusi untuk beberapa ruangan yang masih dipergunakan untuk layanan administrasi kalaupun tidak mencukupi kapasitasnya masih ada alternatif lain dengan memanfaatkan fasilitas bangunan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Ditambahkannya, bahwa sesuai dengan informasi dan laporan yang disampaikan hampir seluruh dokumen administrasi terbakar. Walaupun sebagian masih bisa diselamatkan. Tetapi masih dilakukan inventarisir berkas dokumen yang terbakar.
“Penyebab kebakaran kita masih menunggu penyelidikan pihak kepolisian dan kita harapkan tidak ada faktor kesengajaan,” tutupnya. (Djimmy)
