Jumat, Oktober 16

Erlin Hardi Bincang Santai bersama Lembaga Kelurahan Selat Dalam

ZONAKALTENG, Kapuas – Penjabat Bupati Kapuas Erlin Hardi, ST bincang santai dengan Pemerintah Kabupaten Kapuas serta lembaga di wilayah kerja Kelurahan Selat Dalam.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat dihadiri sejumlah Kepala Dinas dan kabag di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas, Lurah Selat Dalam dan Selat Utara bersama Ketua RT dan RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, Karang Taruna serta ASN dan pegawai kelurahan.

Pj Bupati Kapuas mengatakan bahwa konsep pembangunan di Kapuas terus di pacu sehingga pertumbuhan ekonomi akan meningkat dan membuat wisata buatan sehingga ketertarikan masyarakat untuk berwisata di Kabupaten Kapuas, terutama di Desa Pulau Telo.

“Kabupaten Kapuas memiliki potensi yang sangat luar biasa. Sehingga bisa kita kelola untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga harus kita gali sumber potensi di bidang pariwisata,” ucap Erlin Hardi, Selasa (7 Mei 2024) malam.

Dijelaskan Erlin Hardi, konsep pembangunan Kapuas perlahan-lahan mulai di benahi. Terutama rencana pembangunan ruang terbuka hijau di sekitar wilayah simpang 4 Bundaran Adipura, tentu akan di desain menjadi taman rekreasi yang representatif bagi masyarakat, baik dari Kapuas dan dari luar.

“Kita harus memiliki daya tarik, sehingga membuat masyarakat yang melintas akan memiliki rasa penasaran untuk singgah dan menikmati wisata kuliner di Kota Kuala Kapuas sehingga UMKM lokal bisa berkembang,” terangnya.

Disampaikan lelaki putra asli daerah kelahiran Desa Pulau Keladan, Kecamatan Mantangai itu bahwa untuk desain sport center di Stadion Bola Pananjung Tarung sudah dianggarkan untuk perbaikan joging track dan pemeliharaan rumput. Serta akan dibangun taman di sekitar stadion yang akan mempercantik Kota Kuala Kapuas.

“Pembangunan stadion yang baru di Kecamatan Kapuas Hilir yang nantinya bertaraf internasional, jadi semua pusat olah raga akan dipusatkan di sana dan tempat rest area untuk membeli berbagai macam hasil kerajinan tangan dan souvenir untuk oleh-oleh,” ungkapnya

Ditambahkannya, pemerintah daerah akan membangun kawasan pusat kegiatan untuk pelaksanan ekspo. Tidak seperti di lapangan Bukit Ngelangkang karena kapasitas daya tampung belum memadai. Tentu ini akan berpengaruh terhadap kegiatan-kegiatan yang dapat menghibur masyarakat Kapuas.

“Tentu itu semua kita tidak lagi tergantung dengan dana bagi hasil dari pemerintah pusat karena Kabupaten Kapuas sudah mampu dari segi pendapatan dan dengan APBD Rp3 triliun dapat digunakan untuk membangun Kabupaten Kapuas lebih baik lagi,” pungkasnya. (Djimmy)