Jumat, Oktober 16

Nahas, Seorang Anak TK Tenggelam di DAM Trinsing

ZONAKALTENG, Muara Teweh – Warga masyarakat di Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan geger saat memancing jelang maghrib. Sebab, cucu perempuan seorang nenek yang diperkirakan masih duduk di sekolah TK tenggelam di DAM Trinsing pada Kamis (28 November 2024) sekitar 17.00 WIB. 

Berdasarkan informasi dari salah seorang petugas penjaga objek wisata DAM Trinsing, Rasyid seorang anak usia TK jenis kelamin perempuan tenggelam di DAM Trinsing hari ini menjelang Maghrib. Orang tua yang bersangkutan adalah warga Desa Trinsing.

Menurut petugas penjaga Objek Wisata DAM Trinsing tersebut, korban bersama neneknya memancing di sekitar musholla objek wisata DAM Trinsing.

“Ada yang memancing disana, nenek bersama dengan 2 (dua) anak seumuran TK. Anak yang satu pulang terlebih dahulu, sedangkan anak yang satu lagi kisaran umur anak TK tiba-tiba ngga (tidak) ada saat neneknya memancing, ternyata nyemplung kedalam air,” kata petugas tersebut.

Dikatakan penjaga objek wisata, neneknya tidak sadar anak yang bersama dirinya pergi memancing di DAM Trinsing nyemplung ke air. Dan setelah sekian lama panik nenek langsung minta tolong kepada orang-orang sekitar DAM Trinsing untuk mencari anak yang hilang.

“Setengah dilakukan pencarian sekitar setengah jam baru ditemukan anak yang tenggelam tersebut tapi dalam keadaan sudah meninggal dunia. Anak yang meninggal sudah dibawa ke rumah keluarga yang bersangkutan di Desa Trinsing,” kata petugas penjaga objek wisata DAM Trinsing.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan, pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Budparpora) Kabupaten Barito Utara, Hj Annisa Cahyawati saat dihubungi melalui WhatsApp (WA) pada Kamis (28 November 2024) petang menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat berkunjung ataupun dalam kegiatan lainnya di Objek wisata DAM Trinsing.

Kadis Budparpora Barito Utara juga mengharapkan agar warga masyarakat untuk mengindahkan himbauan serta peringatan petugas objek wisata, baik yang disampaikan secara lisan maupun yang disampaikan melalui peringatan audio visual corong speaker dilokasi objek wisata serta taat mematuhi rambu-rambu, menerapkan unsur Sapta Pesona Pariwisata Bersih, Indah, Sejuk, dan Tertib.

“Serta taat mengindahkan rambu-rambu, menerapkan unsur Sapta Pesona Pariwisata Bersih, Indah, Sejuk, Tertib. Terima kasih, Salam Destinasi. Mari kita taati rambu-rambu peringatan dan larangan di objek wisata demi kenyamanan bersama. Jaga diri dan keluarga tercinta dari marabahaya. Salam destinasi,” kata Hj Annisa Cahyawati.

Ia juga mengatakan, untuk objek wisata di DAM Trinsing pada jam 16.00 WIB sudah ditutup oleh petugas jaga di lokasi objek wisata tersebut. (DN)