Kamis, Oktober 15

Memahami Sudut Pandang Spiritual Saiful 

Penulis : Hairul Saleh 

Sosok yang Selalu Menyerahkan Segala Keputusan kepada Sang Pencipta

SEGALA urusan kehidupan dunia merupakan hak preogratif Tuhan Yang Maha Kuasa. Tentang rejeki dan kedudukan, tentang usaha dan hasil, bahkan masalah terkecil hingga peristiwa terbesar dalam sendi kehidupan seorang hamba adalah atas kehendak dan ijin dari Sang Khalik. Tiada satu pun perkara terjadi di dunia yang lepas dari campur tangan kekuasaan Yang Maha Teliti.

Prinsip dasar di atas sangat dipahami oleh Saiful. Salah satu putra terbaik Kabupaten Katingan ini banyak menekankan penyerahan segala keputusan kepada kehendak Sang Maha Pencipta. Kepasrahan akan segala niat yang akan dijalaninya selalu menomorsatukan Allah Subhanahu wa Ta’Ala.

Kerendahan hati Saiful diutarakannya dalam banyak kesempatan. Mari mengulas kembali pada tahapan pesta demokrasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Katingan tahun 2024. Berawal pada Hari Kamis (29/8/2024) sore, Saiful bersama Firdaus mendaftarkan diri sebagai kontestan pada Pilkada Katingan di KPU setempat.

Kehadiran pasangan tersebut dengan nuansa berbeda. Diiringi dengan tabuhan gendang religi dengan lantunan sholawat. Kemudian juga menyajikan karungut sebagai simbol seni kebudayaan daerah suku Dayak. Etika kesantunan disampaikan secara tersirat, Saiful bersama pasangannya berjalan menapakkan kaki dari jalan raya memasuki pintu masuk KPU Katingan.

Usai menyelesaikan segala proses administrasi pendaftaran kepada pihak KPU Katingan, Saiful mengutarakan niat dirinya bersama Firdaus maju dalam pentas pesta demokrasi di Bumi Penyang Hinje Simpei sebagai ladang amal. Ladang amal yang dimaksudkan adalah ibadah. Ibadah dalam koridor tanggung jawab pengabdian kepada tuhan dengan menjaga amanah dari masyarakat.

“Kita tidak memiliki target apa-apa, yang kita harapkan kita mendapatkan amanah dari masyarakat Kabupaten Katingan,” ucap Saiful. Dari petikan kalimat itu terdapat makna mendalam. Bahwasanya, sebaik-baik niat harus dilandasi dengan penyerahan segala keputusan kepada Allah Subhanahu wa Ta’Ala, Tuhan Yang Maha Esa. Saiful tidak menegaskan keoptimisan apalagi keyakinan akan memenangkan pertarungan politik.

Beralih menelisik pernyataan Saiful berikutnya saat pencabutan nomor urut Paslon pada Senin, 23 September 2024. Ketua Percasi Kalteng ini lagi dan lagi memberikan pernyataan yang bijak. Di saat mendapatkan nomor urut 03, Saiful tidak melemparkan candaan, “cocokilogi” atau superior terhadap nomor yang didapat. Namun lebih menekankan pada titik pemikiran yang sejalan dengan logika berpikir.

Saiful menegaskan, perkara nomor Paslon yang didapat, berapapun aksaranya, dimanapun urutannya, adalah hal yang bersifat simbolis. Tiada unsur mistik dan bukanlah faktor penentu. “Nomor urut hanyalah tanda saja,” cetus Saiful. Bagi pria bersahaja ini, segala keputusan adalah absolut berada di “tangan” tuhan. Manusia tidak berhak untuk mendahului ketetapan sang Rabbul Alamin.

“Sebagai Paslon kita hanya menyampaikan ide pembangunan melalui rencana program-program. Apapun hasilnya, siapapun yang mendapatkan kepercayaan memimpin, kami kembalikan kepada keputusan yang pertama kepada tuhan yang maha kuasa, dan kedua adalah seluruh lapisan masyarakat,” ujar Saiful.

Dalam perspektif penulis, apa-apa saja pernyataan, baik dalam sikap maupun lisan tidaklah berlebihan jika Saiful mencerminkan sosok muslim sejati. Muslim yang bermakna penyerahan diri secara total kepada Allah Subhanahu wa Ta’Ala. Lumrah juga jika figur Saiful sering diberi julukan ustadz.

Sudah barang tentu beliau memahami segala bentuk ilmu yang diberikan kepadanya adalah atas kehendak Allah. Dan segela bentuk pertolongan yang didapatkannya atas ijin Allah. Dimana itu tertuang dalam ayatul kursi, ayat 255 surah al baqarah.

Bahkan sudah barang tentu pula Saiful begitu memahami sikap orang arif. Dimana orang arif tidak akan pernah melepas segala sesuatu apapun melainkan semuanya diatur oleh ketentuan Allah. Sebab menggantungkan harapan diri kepada selain Allah hanya akan menimbulkan kekecewaan. Tuhan lebih mengetahui apa saja yang dibutuhkan dan kapan waktu akan mengabulkan doa hambaNya.Wallahu a’lam bishawab.