Jumat, Oktober 16

Dinas PUPRPKPP Gelar Rapat dengan PT Gangkrin Raya Bahas Perbaikan Jalan Sei Kapar

ZONAKALTENG, Kapuas – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPRPKPP) Kabupaten Kapuas menggelar rapat koordinasi dengan PT Gangkrin Raya untuk membahas penyelesaian kerusakan jalan poros Sei Kapar.

Jalan ini merupakan jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Kapuas Barat dengan Mantangai, dan saat ini mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kepala Dinas PUPRPKPP, Yan Hendri Ale menekankan pentingnya penanganan cepat mengingat jalan ini merupakan akses vital bagi mobilisasi barang dan orang, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Yan Ale Menambahkan, pemerintah daerah menyambut baik program strategis nasional Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang masuk ke Kabupaten Kapuas. Tetapi setidaknya ada etika yang harus dikoordinasi dengan pemerintah atau pihak setempat sehingga aktivitas mobilisasi alat berat tidak berdampak pada aktivitas masyarakat.

“Kerusakan jalan Sei Kapar harus segera ditangani agar tidak menghambat aktivitas masyarakat, khususnya saat momen mudik dan distribusi logistik lebaran,” katanya dalam rapat pada Kamis (27 Maret 2025).

Ia menegaskan, bagi seluruh perusahaan yang melaksanakan aktivitas di wilayah Kabupaten Kapuas yang memanfaatkan ruas jalan kabupaten atau pun jalan nasional harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah atau provinsi agar pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan mobilisasi alat berat yang melampaui kapasitas bisa diberikan saran untuk memanfaatkan transportasi sungai.

“Sangat penting berkoordinasi, sehingga aktivitas kegiatan yang berkaitan dengan mobilisasi alat berat tidak merusak akses jalan yang menjadi urat nadi masyarakat untuk beraktivitas,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan PT Gangkring Raya, Stiven menyatakan kesediaan perusahaan untuk turut serta dalam perbaikan jalan dalam waktu dekat.

“Kami memahami pentingnya akses jalan ini bagi masyarakat dan siap berkontribusi dalam perbaikannya secepat mungkin,” kata Stiven.

Ia menuturkan material batu sudah mulai dilakukan mobilisasi, tetapi sesuai dengan saran dari tim untuk hamparan kayu galam segera dilaksanakan agar mobilisasi masyarakat tidak terhambat.

“Sore ini juga kami langsung memesan kayu galam untuk pembuatan dasar jalan,” ujarnya.

Kesepakatan ini diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya pengguna jalan yang setiap hari bergantung pada akses tersebut untuk kegiatan ekonomi dan sosial. (Djemmy)