
ZONAKALTENG, Kapuas – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas, saat ini tengah mempersiapkan diri untuk memaparkan kesiapan pelaksanaan program nasional Sekolah Rakyat (SR) dihadapan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) di Jakarta.
Presentasi ini dijadwalkan dalam waktu dekat sebagai bagian dari tindak lanjut pelaksanaan program yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu yang masuk dalam data tunggal sosial ekonomi nasional dalam rangka memutuskan mata rantai kemiskinan dan anak-anak akan dididik di sekolah rakyat boarding school (Asrama) dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah pusat.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kapuas, Yan Marto, SH., MH. menyampaikan pada Rabu (16 April 2025), bahwa kesiapan Kabupaten Kapuas meliputi beberapa aspek penting, termasuk kesiapan lokasi serta dokumen pendukung dan kesabaran tanah tersebut benar sudah clear and clean.
“Saat ini kami sedang menyiapkan seluruh dokumen dan data pendukung untuk dipresentasikan langsung di hadapan pihak Kemensos pada Tanggal 21 April 2025,” ujar Yan Marto.
Ia menjelaskan bahwa setelah pemaparan di Jakarta, akan dilakukan survei lokasi oleh Kemensos RI melalui tim dari Balai Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalimantan Tengah guna memastikan kelayakan infrastruktur dan sarana pendukung di lapangan.
Survei ini menjadi bagian penting dalam verifikasi awal sebelum program direalisasikan. Program Sekolah Rakyat ini sangat strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kapuas.
Pemkab Kapuas berharap agar Program Sekolah Rakyat dapat segera berjalan, mengingat pentingnya pendidikan inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami optimis Kapuas siap menjadi pilot project program ini di Kalimantan Tengah,” terang Yan Marto.
Yan Marto mengakui bahwa pihaknya sudah melakukan persiapan dengan menyiapkan 10 hektar lahan di Desa Batuah, Kecamatan Basarang. Untuk tahun 2025 program strategis nasional RS ada 100 titik dimana Kabupaten Kapuas yang sudah mengajukan proposal,saat ini dalam proses dan di Kalteng ada 4 kabupaten yang mengusulkan selain Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Gunung Mas dan Kasongan.
“Menjadi satu kehormatan bagi Kita untuk mendukung program nasional Sekolah Rakyat,” imbuhnya.
Maka itu lanjut dia, sesuai proposal yang diajukan untuk tingkat SD, SMP dan SMA sedangkan rekrutmen tenaga pendidik sendiri akan berkaitan dengan Kementrian Pendidikan dan Riset RI yang akan bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Seluruh fasilitas Sekolah Rakyat dibiayai oleh pemerintah pusat dan Pemkab Kapuas hanya melakukan pembebasan lahan dan pembuatan badan jalan ke titik lokasi.
“Rekrutmen bisa dari guru ASN, P3K dan apabila belum mencukupi maka direkrut dari calon-calon guru yang sudah lulus PPG,” tutupnya. (Djemmy)
