Kamis, Oktober 15

Kapolres : Kasus Perampokan di Barito Selatan Ternyata Rekayasa, Semua Cerita Dibuat Sendiri

ZONAKALTENG, Buntok – Fakta mengejutkan terungkap di balik laporan dugaan pencurian dengan kekerasan yang sempat menghebohkan warga kota Buntok, Barito Selatan pada Minggu, 18 Januari 2026 sekitar pukul 04.30 WIB bahwa kasus tersebut tidak pernah terjadi alias hanya rekayasa.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Barsel AKBP Jecson R Hutapea saat press release di Polres Lama, Jalan Tugu Buntok. Selasa, 20 Januari 2026.

Kapolres mengatakan sebelumnya orang tua korban melaporkan kejadian tersebut berdasarkan kronologis yang diceritakan anaknya berinisial MRP..

“Dari hasil penyelidikan, kami menemukan kejanggalan pada keterangan korban. Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam, korban akhirnya mengakui bahwa kejadian yang dilaporkannya itu hanyalah rekayasa, tidak pernah terjadi sama sekali,” kata Kapolres Barsel AKBP Jecson R Hutapea.

Ia mengungkapkan dalam laporan awalnya, MRP mengaku menjadi korban curas atau pencurian dengan kekerasan seorang pria tak dikenal yang masuk ke kamarnya dan melukai tangan korban kemudian membawa kabur uang tunai kurang lebih Rp 8 juta.

Namun hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi justru membantah seluruh pengakuan itu.

“Awalnya korban berusaha meyakinkan penyidik bahwa dia menjadi korban pencurian disertai kekerasan. Tapi saat kami dalami, keterangan dan bukti di lapangan tidak sinkron. Setelah kami konfrontasi, akhirnya korban jujur dan mengaku bahwa semua ceritanya hanya dibuat-buat,” beber dia.

Ia membeberkan motif korban merekayasa kejadian tersebut karena terlilit utang pinjol.

Tak berhenti di situ, korban juga mengaku melukai dirinya sendiri agar cerita rekayasa terlihat meyakinkan keluarganya.

“Korban menjelaskan luka di tangannya dibuat sendiri menggunakan pisau dapur. Jadi tidak ada tindakan kekerasan sama sekali dari pihak lain seperti yang sebelumnya dia ceritakan,” jelas Kapolres.

Sementara terduga pelaku memohon maaf kepada seluruh masyarakat Barsel karena telah merekayasa kejadian, juga kepada orang tua dan pihak Polres Barsel.  (B/A2/m)