Kamis, Oktober 15

Polres Barsel Bangun Dua Sumur Bor di Wilayah Rawan Kekeringan

ZONAKALTENG Buntok– Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terutama di kawasan yang jauh dari sumber air alami.

Kondisi tersebut mendorong Polres Barito Selatan mengambil langkah preventif dengan membangun sarana sumber air cadangan.

Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Hutapea, S.I.K., M.H., bersama Pejabat Utama (PJU) Polres dan personel Satgas Edukasi Karhutla dari Lemdikpol STIK, Rabu (2/9/2026) siang, meresmikan dua sumur bor Merah Putih Presisi di kawasan Jalan Buntok-Tabak, Kecamatan Dusun Selatan.

Dua sumur bor tersebut selanjutnya diserahkan kepada Pemerintah Desa Pamangka dan Desa Tetei Lanan untuk dimanfaatkan sebagai sumber air dalam mendukung penanganan Karhutla.

Pembangunan sumur bor melibatkan tiga personel BKO Satgas Edukasi Karhutla bersama anggota Polres Barito Selatan. Sarana ini dipersiapkan sebagai sumber air alternatif bagi petugas apabila terjadi kebakaran di sekitar kawasan tersebut.

Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R Hutapea mengatakan, ketersediaan sumber air merupakan faktor penting dalam mempercepat proses pemadaman, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber air alami.

“Pembuatan sumur bor ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Ketika terjadi kebakaran, ketersediaan sumber air sangat dibutuhkan agar proses pemadaman dapat dilakukan dengan cepat dan efektif,” ujarnya.

Menurut Jecson, upaya menghadapi Karhutla tidak boleh hanya dilakukan setelah api muncul. Berbagai sarana pendukung harus dipersiapkan sejak dini sebagai bagian dari strategi pencegahan dan kesiapsiagaan.

“Ketika terjadi kebakaran, waktu sangat menentukan. Karena itu, sumber air harus tersedia sedekat mungkin dengan lokasi yang berpotensi terjadi kebakaran,” katanya.

Menariknya, keberadaan dua sumur bor tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kepentingan penanganan Karhutla.

Kapolres menyerahkan pengelolaan dan pemanfaatan sumur bor kepada Pemerintah Desa Pamangka dan Desa Tetei Lanan. Saat kondisi darurat, fasilitas tersebut dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan pemadaman Karhutla.

Namun, ketika kondisi sudah normal, air sumur bor diperbolehkan dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang kegiatan pertanian dan perkebunan.

Dengan demikian, fasilitas yang dibangun dalam rangka kesiapsiagaan Karhutla tersebut juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Jecson mengapresiasi sinergi personel BKO Satgas Edukasi Karhutla dan jajaran Polres Barito Selatan yang mengambil langkah preventif dengan menghadirkan sumber air alternatif.

“Kami terus mendorong personel untuk aktif melakukan langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan. Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak, sehingga sarana pendukung seperti sumber air harus dipersiapkan sejak dini,” tegasnya.

Ia menyampaikan pembangunan dua sumur bor ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla di Kabupaten Barito Selatan.

Ketersediaan sumber air di lokasi strategis diharapkan dapat memangkas waktu respons petugas ketika terjadi kebakaran. Terlebih, keterbatasan sumber air selama musim kering dapat menjadi persoalan serius ketika api meluas dan lokasi kebakaran sulit dijangkau.

Selain memperkuat sarana pemadaman, pencegahan Karhutla tetap membutuhkan peran aktif masyarakat. Kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api menjadi bagian penting dalam memutus risiko kebakaran sejak awal.

Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, keberadaan sumur bor Merah Putih Presisi diharapkan tidak sekadar menjadi fasilitas fisik, tetapi menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi Karhutla di Barito Selatan. (B/A2)