
ZONAKALTENG, Palangkaraya – Sebanyak delapan mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) diterjunkan ke sejumlah sekolah binaan Yayasan Bina Harati Pama (YBHP) melalui Program Magang Guru Muda Angkatan VI Batch II, pada Selasa 8 September 2026.
Program magang selama empat bulan tersebut diarahkan untuk memperkuat pendampingan pembelajaran sekaligus mendorong peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa di sekolah binaan YBHP.
Delapan mahasiswa yang terpilih berasal dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Bahasa Inggris. Mereka akan ditempatkan di sekolah binaan YBHP yang tersebar di wilayah Buhut, Barunang, Batapah, Paring Lahung dan Lemo.
Program ini merupakan hasil kolaborasi UPR dan YBHP dengan dukungan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan PT Tuah Turangga Agung (TTA), sebagai bagian dari komitmen bersama meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah operasional dan sekitar perusahaan.
Penerjunan sekaligus pembukaan Program Magang Guru Muda Angkatan VI Batch II dihadiri Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan UPR, Dr. Ely Karliani, S.Pd., M.Pd., perwakilan YBHP Fariz, Kepala Seksi Pendidikan dan Sarana Prasarana, serta Malik selaku CSR Officer ABB.
Kehadiran para mahasiswa calon pendidik tersebut tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendamping di sekolah. Mereka juga dituntut mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam proses pembelajaran secara langsung.
Para Guru Muda akan berkolaborasi dengan guru dan pihak sekolah untuk mengembangkan kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual dan menarik bagi peserta didik.
Fokus penguatan literasi dan numerasi menjadi salah satu sasaran utama program. Guru Muda diharapkan dapat membantu sekolah mempercepat peningkatan kemampuan dasar siswa melalui pendampingan pembelajaran dan pengembangan kegiatan yang relevan dengan kondisi masing-masing sekolah.
Selain memberikan manfaat bagi siswa, program ini juga membuka ruang pertukaran pengetahuan antara mahasiswa calon pendidik dengan guru yang telah berpengalaman di lapangan.
Interaksi tersebut diharapkan melahirkan praktik dan inovasi pembelajaran baru yang dapat disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan siswa di setiap sekolah binaan.
Program Magang Guru Muda Angkatan VI juga tidak hanya diikuti delapan mahasiswa Batch II. Sebelumnya, tujuh mahasiswa lainnya telah lebih dahulu menjalankan penugasan di lapangan.
Dengan tambahan delapan mahasiswa tersebut, total peserta Program Guru Muda Angkatan VI kini mencapai 15 mahasiswa.
Jumlah tersebut diharapkan semakin memperluas jangkauan pendampingan pendidikan di sekolah-sekolah binaan YBHP sekaligus memperkuat kontribusi program terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Kolaborasi UPR dan YBHP melalui Program Magang Guru Muda diharapkan berkembang menjadi model sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha dan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Tidak hanya berhenti selama masa magang, program tersebut diharapkan mampu meninggalkan praktik-praktik baik yang dapat dilanjutkan dan dikembangkan secara mandiri oleh sekolah binaan YBHP. (Red)
