
Barselnews, Kapuas- Untuk mengimbangi pasar modern, pasar tradisional wajib terintegrasi dengan pariwisata.
Demikian diungkapkan kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi dan UKM Kapuas, H. Suparman kepada Barselnews. Senin (7/1/2019).
Ia mengatakan, untuk mengimbangi pasar modern juga perlu dukungan dari dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sehingga mendapatkan inkam bagi daerah.
Ia membeberkan, pada tahun 2018 pihaknya telah membanguan empat pasar tradisional di Kecamatan Kapuas Timur, Tamban Catur, Dadahup dan Mantangai.
“Kalau keberadaan pasar sangat di butuhkan masyarakat, namun secara akuntabiliti tentu memerlukan waktu panjang untuk mengembalikan keutungan bagi Pemerintah Daerah,” beber dia.
ia menjelaskan, jika dihitung keuntungan dari pembangunan pasar memerlukan waktu jangka panjang.
Ia mencontohkan, misalnya dibangun dengan anggaran Rp 1 Miliar, keuntungan yang nanti dirasakan 10 tahun yang akan datang itu secara akuntabiliti.
“Makanya perlu target dan perencanaan sesuai dengan visi dan misi yang akan kita capai dan saya jamin 10 tahun Rp 1 Miliar itu bisa dikembali nilai anggaran yang sudah kita gelontorkan,” ucap dia.
Karena itu lanjut dia, kalau dilihat responcebiliti, sesuai perencanaanya, biaya dan kualitas. Pasar yang dibangun ini bukan bersifat pasar dadakan.
Namun, lanjut dia pasar yang di peruntukan untuk transasi jual beli dimana ada pertumbuhan ekonomi yang berkembang di masyarakat dan itu terjadi setiap hari.
“Untuk retribusi pasar tentu bisa dilihat berapa keuntungan dalam sehri dari jumlah karcis yang di keluarkan. Kalau akuntabiliti tentu dilihat dari manfaat pasar dengan target setiap tahun ada keuntungan Rp 200 juta bagi pemerintah daerah,” jelas dia.
Ia menambahkan, untuk tahun 2019 ada pembangunan pasar tradisional yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD).
Untuk dua pasar yang dibanguan menggunakan Dana Alokasi Khsus(DAK) di Sei Tatas Kecamatan Pulau Petak dekat kantor kecamatan dan Kecamatan Selat letaknya di Kelurahan Selat Utara.
“Sedangkan dari APBD Murni 2019 di banguan empat buah pasar di kecamatan Tamban Catur, Dadahup, Kapuas Murung ada dua lokasi Palangkau lama dan Palingkau Jaya,” beber mantan Kepala Dinas Distamben Kapuas ini.
Ia pun berharap, kalau ingin maju konsep pasar harus dirubah pasar tradisional berbasis pariwisata. Karena pasar tradsional hanya transasi dan akan kalah dengan pasar modern.
Dari hasil survei masyarakat perkotaan sangat puas dengan hadirnya pasar modern.
“Pada hal kita ingin membangun ekonomi kerakyatan, makanya harus di bangun pasar tradisional berbasis pariwisata,” katanya.
Namun letak pasar itu harus berada didua lokasi baik itu di pingirin sungai mau pun di darat. Karena akan terbangun pariwisata disana dan terbangun akomadasi.
“Ini akan melahirkan wisata kuliner yang akan berkembang dengan sendirinya. Asalkan pasar bisa dilalui lewat darat maupun sungai dan ini perlu dukungan dinas lain,” ucap dia. (JM/A2).
