
Barselnews, Buntok – Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Barito Selatan, Abdul Majid Rahimi menyebutkan faktor yang menyebabkan mudahnya masyarakat ‘menelan’ atau percaya berita hoax karena keterbatasan ilmu dalam menyikapi berita, baik dari segi ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum.
Menurutnya, bila pengetahuannya minim, maka ketika ada masalah yang berkaitan dengan berita bohong atau hoax, pasti langsung diterima oleh masyarakat.
“Itu karena minimnya ilmu yang dimiliki dalam menangkap pemberitaan,” ujar Abdul Majid Rahimi usai menjadi narasumber pertemuan dengan tema Peran Da’i Kamtibmas dalam pencegahan penyebaran berita hoax guna menciptakan suasana Pilpres, dan Pileg 2019 yang aman, damai, dan sejuk menuju Indonesia Gemilang. Senin (25/2/2019).
Meskipun sudah memiliki ilmu agama lanjut dia, akan tetapi tidak dibarengi ilmu pengetahuan umum, maka hasilnya pun mereka akan mudah menangkap berita hoax itu, begitu juga sebaliknya.
“Kalau ilmu agama, dan ilmu pengetahuan umum kita kuasai, saya yakin berita hoax tidak akan langsung kita sebarkan, dan masyarakat luas pun akan terhindar dari berita-berita hoax ini,” ucap dia. (UR/B1).
