Beranda Headline Tercatat 230 Orang Korban Dugaan Keracunan Makanan Massal Saat Bukber

Tercatat 230 Orang Korban Dugaan Keracunan Makanan Massal Saat Bukber

25
0

Barselnews, Kapuas – Hingga hari ketiga paska dugaan keracunan makanan massal saat buka puasa bersama di Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak, Kapuas terus bertambah jumlah korban tercatat mencapai 230 orang.

Berdasarkan informasi dilapangan menyebutkan pihak Dinkes, RSUD, Dinsos  dan BPBD serta dibantu relawan pemadam kebakaran terus mengevakuasi korban keracunan massal.

“Jumlah korban keracunan makanan terus bertambah hingga Sabtu, 25 Mei 2019  yang dirawat di RSUD Soemarno Sosro Admojo Kuala Kapuas tercatat sebanyak  230 orang,” kata Kepala Dinkes Kapuas, Apendi kepada awak media. Sabtu, 25 Mi 2019.

Ia mengatakan, pihaknya mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi para korban ke RSUD Soemarno Sosro Admojo Kuala Kapuas agar pelayanan lebih cepat dan tidak merusak sanitasi.

“Saya langsung perintahkan untuk mengvakuasi para korban ke RSUDagar terlayani dengan maksimal. Serta karena akses menuju ke lokasi juga salah satu pertimbangan kami,” jelas dia.

Pihaknya pun bersyukur semua pasien dapat ditangani tim medis rekasi cepat dari RSUD Kapuas. Serta sampai detik ini tidak ada korban jiwa, malah informasi yangitrima ada 8 orang pasien diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah sehat.

Ia menambahkan, pola hidup warga masih melakukan aktivitas Mandi Cuci Kakus (MCK) di anak sungai, sehingga kejadian keracunan seperti ini tentu buang air besar disungai.

Hal tersebut berdampak pada kesehatan lingkungan. Untuk itu kedepan pihaknya akan lebih fokus turun ke lapangan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengubah pola hidup sehat yang lebih baik.

“Kedepan kita akan fokus penyuluhan pola hidup sehat ke warga kecamatan Pulau Petak, Kapuas Murung, Dadahup dan Mantangai agar tidak buang air besar di sungai,” ucap dia.

Menurutnya, setiap kejadian karacunan makanan pasti di wilayah empat kecamatan ini perlu menjadi perhatian terutama untuk konsumsi apabila ada kegiatan masyarakat.

Apalagi, lanjut dia, mengundang Bupati dan wakil Bupati serta unsur Forkopimda mestinya ada tim pengecekan makanan dari Dinas Kesehatan.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap makanan yang akan dikonsumsi apabila ada kegiatan seperti ini hingga tidak terulang lagi kejadian seperti ini,” pungkas dia. (DJEMMY NAPOLEON/A2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here