
BarselNews, Muara Teweh – Jajaran Polres Barito Utara terus berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Barito Utara, salah satunya dengan melaksanakan operasi rutin kepolisian yakni operasi Patuh Telabang.
Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar SIK mengatakan, bahwa keselamatan dalam berlalu lintas memang sering diabaikan bahkan tidak dianggap penting.
Hal itu dapat ditunjukkan dari political will pengguna lalu lintas. Kesadaran pengguna lalu lintas, baik pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor, maupun pengguna jalan lainnya masih rendah.
Ia menyampaikan, berdasarkan data jumlah kecelakaan lalu lintas pada Operasi Patuh Telabang 2018 sebanyak 27 kejadian, mengalami kenaikan satu kejadian atau 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 26 kejadian.
Selanjutnya jumlah korban meninggal dunia pada operasi Patuh Telabang tahun 2018 sebanyak delapan orang, tidak mengalami perubahan dibanding tahun 2017.
Jumlah korban luka berat pada operasi Patuh Telabang tahun 2018 sebanyak dua orang, mengalami penurunan sebanyak sembilan orang atau – 82 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 11 orang.
Jumlah pelanggaran lalu lintas pada operasi patuh telabang tahun 2018 sejumlah 5.744 pelanggaran meningkat 15 persen dari tahun 2017, dengan jumlah tilang sebanyak 4.990 pelanggaran.
“Polri telah menetapkan kalender operasi patuh, yang setiap tahun rutin dilaksanakan. Operasi patuh tahun 2019 ini akan dilaksanakan selama 14 hari, yang dimulai dari tanggal 29 Agustus sampai dengan 11 September 2019, secara serentak di seluruh Indonesia,” ucap dia. (DN/A2)
