Beranda Barito Utara Oknum Kepala Desa Terduga Korupsi Bantah Penyataan Kepolisian

Oknum Kepala Desa Terduga Korupsi Bantah Penyataan Kepolisian

19
0

BarselNews, Muara Teweh – Salah satu oknum Kepala Desa yang dinyatakan sebagai terduga melakukan korupsi anggaran desa membantah pernyataan pihak kepolisian.

Kades tersebut membantah secara tegas hasil penyelidikan kepolisian, karena tidak sesuai dengan fakta yang ada dilapangan.

“Tidak ada pembangunan di Trinsing menggunakan DD sebesar Rp391 juta selama tahun anggaran 2018. Soal laporan, bendahara yang bertanggungjawab,” ujar kades tersebut, Jumat 30 Agustus 2019.

Seingat dia, Proyek fisik yang dilaksanakan menelan dana sekitar Rp500 juta mencakup rigid jalan, pembuatan gapura atau stelling air, dan penetapan batas desa.

“Semua proyek fisik tersebut beres dikerjakan. Kita juga minta Inspektorat lewat APIP untuk mengeceknya. Ada surat permintaan untuk pemeriksaan khusus,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Kapolres Barito Utara, AKBP Dostan Matheus Siregar SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Kristanto Situmeang SIK, Jumat 30 Agustus 2019 mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menangani kasus korupsi pembangunan desa.

Dimana oknum kades diduga menyalahgunakan anggaran desa yang merugikan negara sebesar kurang lebih Rp 391 juta.

Kapolres Barito Utara menyampaikan bahwa setelah dilakukan pengecekan terhadap KAUR keuangan Desa/ bendahara desa, untuk dana pembangunan tersebut dikelola sendiri oleh kepala desa, sehingga ada beberapa kegiatan yang tidak disalurkan kepada yang berhak menerimanya.

“Berdasarkan hasil audit oleh Inspektorat Kabupaten Barito Utara, negara mengalami kerugian mencapai Rp 391 juta lebih atas perbuatas kades itu,” terang Kapolres.

Dikatakannya, pihaknya saat ini mengamankan barang bukti berupa rencana pengguna anggaran 2018, dokumen pencairan ADD, DD dan ADD tambahan, Slip penarikan ADD, DD tambahan dan BHPRD di bank Kalteng, slip penarikan DD di Bank BRI, laporan pertanggung jawaban tahun 2018, buku KAS bendahara desa.

“Saat ini kaus ini telah naik menjadi tahap Sidik, sementara tersangka masih belum dilakukan penangkapan,” jelasnya. (DN/A2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here