Jumat, Oktober 16

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Kebun Karet

ZONAKALTENG, Pulang Pisau – Warga Desa Jabiren, Kecamatan Jabiren Raya, Pulang Pisau digegerkan dengan temuan mayat seorang pria paruh baya, di kebun karet di Sei Tenginin. Senin, 20 Januari 2020 sekitar pukul 13.38 WIB.

Pria paruh baya tersebut berinisial AH (66) warga Desa Jabiren RT 01, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau.

Kapolres Pulpis AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada melalui Kapolsek Jabiren Raya IPDA Sumijiyarto membenarkan penemuan mayat seorang pria di kebun karet. Pihaknya mendapatkan informasi sekitar pukul 13.50 WIB.

Berdasarkan informasi tersebut, lanjut dia, pihaknya menuju lokasi Tempat Kejadian Perkara menggunakan dua unit perahu alkon bersama keluarga korban dan perawat.

Namun, lanjut dia, saat sampai muara sei Tenginin pihaknya berpapasan dengan alkon milik Awan bersama empat rekannya membawa korban. Pihaknya melanjutkan mendatangi lokasi  kejadian untuk melakukan olah TKP.

Sementara, alkon yang dibawa Awan didampingi Anggota Polsek Jabiren membawa korban menuju Puskesmas Jabiren Raya guna mendapatkan Visum.

Ia mengungkapkan, kronologis kejadian berawal saat cucunya Denis Saputra disuruh Neneknya untuk mendatangi kakeknya yang sedang bekerja dikebun karet. Karena sampai pukul 11.30 Wib masih belum pulang biasanya jam segitu sudahpulang.

Sang cucu pun berangkat menggunakan Alkon atau perahu kecil bermesin menuju kebun yang dimaksud. Sesampainya di kebun ia menemukan kakeknya dalam keadaan duduk dengan kepala menunduk dibawah pohon petai.

Ia memperkirakan kakeknya pingsan, kemudian pulang kerumah meminta bantuan ke keluarga. Mereka pun yakni keluarga korban bersama warga berangkat  ke TKP.

Kemudian keluarga dan warga mengecek kondidi korban,, ternyata sudah dalam keadaan tidak bergerak lagi dan korban dibawa kerumah, serta sebagian melaporkan kejadian ke Polsek.

“Berdasarkan hasil Visum luar dari Dokter Puskesmas Jabiren Raya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ungkap Kapolsek.

Ia membeberkan, pihak keluarga korban membuat surat pernyataan tidak bersedia di otopsi serta tidak diproses hukum karena menggangap kasus ini takdir dan ajal almahrum dan selanjutnya Jenazah korban di semayamkan dirumah duka.

Terpisah, Nato keluarga dekat korban mengatakan, pihaknya cukup terkejut dengan kejadian ini mengingat korban waktu berangkat pagi menyedap karet dalam kondisi sehat tidak ada tanda sakit.

“Kami keluarga sangat kaget, mendengar ada kabar korban yang meninggal dikebun karet,” ucap dia.

Korban, sambung dia, ada riwayat penyakit yang pernah diderita dan pihak ahli waris pun tidak menuntut proses hokum, menerima secara ikhlas dan lapang dada.

“Ini murni karena penyakit yang diderita korban,” tutupnya. (SENDRI/A2).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *