Beranda Pulang Pisau BNPB Bersama BRG dan BPBD Gelar Sekolah Lapang Mitigasi Karhutla

BNPB Bersama BRG dan BPBD Gelar Sekolah Lapang Mitigasi Karhutla

87
0

ZONAKALTENG, Pulang Pisau – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat bersama Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulang Pisau menggelar sekolah lapang mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Henda, Kecamatan Jabiren Raya.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dibuka Direktur Pusat Mitigasi Jony Sembung, didampingi Kepala BPBD Kabupaten Pulpis Salahudin dan Batibong Kecamatan Jabiren Raya, Rabu 21 Oktober 2020.

Anggota BNPB Pusat, Amin mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya mencegah Karhutla agar nantinya masyarakat yang membuka lahan atau bertani tidak harus membakar lahan.

Untuk itu lanjut dia, dalam kegiatan ini, pihaknya memberikan pelatihan, karena kalau lahan dibakar efeknya luar biasa.

“Memang kalau dari segi ekonomi lebih mudah dan murah serta cepat tapi asapnya yang bisa merugikan masyarakat, jangan sampai kabut asap terulang seperti tahun 2015 lalu,” bebernya.

Amin menambahkan, kegiatan dengan menghadirkan kelompok tani ini dilaksanakan di 6 provinsi yakni Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan sekarang dilaksanakan di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Jambi, Sumatra Selatan (Sumsel) dan Riau.

“Kegiatan yang kami laksanakan di Desa Henda, Kecamatan Jabiren Raya ini dengan harapan agar Desa Henda dan masyarakatnya bisa jadi projek percontohan yang bisa ditiru oleh daerah lain, bahkan Kabupaten lain di Kalteng.

“Melalui kegiatan ini juga bisa jadi media pembelajaran bagaimana masyarakat harus tidak membakar untuk mengolah lahan pertanian dan bagaimana memanfaat lahan gambut,” beber Amin.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapan BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Tekson mengucapkan terimakasih atas kedatangan BNPB Pusat, dan BRG yang bisa memberikan sekolah lapang mitigasi pencegahan Karhutla di Kabupaten ini.

Kegiatan ini juga sebagai pilot project kegiatan demplot mitigasi partisipasi masyarakat dalam pengolahan lahan gambut.

“Jadi kita dari BPBD Kabupaten Pulpis akan membuat anggaran terkait keinginan kelompok tani sebagai pilot project demplot dan produk unggulan yang perlu dikembangkan dan komoditi apa saja yang bisa dan sangat bermanfaat dan bernilai ekonomis,” bebernya.

Tekson mengharapkan kegiatan ini tidak terputus sampai disini, dan Desa ini bisa menjadi percontohan dan bisa ditiru oleh daerah lain, bahkan Kabupaten lain dalam upaya pencegahan Karhutla.(Sendri/A1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here