Beranda Barito Utara Musim Hujan, Banyak Ular Ditemukan Berkeliaran Pemukiman Warga

Musim Hujan, Banyak Ular Ditemukan Berkeliaran Pemukiman Warga

31
0

ZONAKALTENG, Muara Teweh – Salah satu pemukiman yang ada di Kota Muara Teweh yakni di Jalan Flores, Gang MT, Kelurahan Melayu, Barito Utara digegerkan dengan seekor ular yang berukuran cukup besar.

Ular itu diketahui berjenis Puraca atau Python Breitensteini atau biasa disebut warga Barito Utara yakni ular Dupung.

Ular tersebut pertama kali dilihat oleh seorang warga Adiansyah saat akan memakan seekor ayam peliharaannya.

Namun belum sempat memakan ayam tersebut, ular tersebut terlihat oleh Ardianyah yang lalu mengambil sebuah kayu yang langsung dipukulkan ke ular Dupung atau Puraca tersebut.

“Ular itu sudah melilit anak ayam saya, lalu saya pukul menggunakan kayu sehingga ular tersebut tidak jadi memakan ayam yang ada,” kata Ardiansyah yang akrab disapa Gepeng tersebut, Kamis 29 Oktober 2020.

Kini ular tersebut telah berhasil dilumpuhkan dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ular Dupung atau Puraca tersebut dimasukan ke dalam karung.

Kemungkinan, kata dia, banyaknya ular ini dikarenakan saat ini musim penghujan, jadi sarang ular tergenang air dan mencari tempat yang baru, sehingga pemukiman warga yang menjadi lokasi barunya.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, Anjang bahwa daerah setempat memang sering ditemukan ular. Bulan ini saja ada sekitar lima ekor ular yang berhasil ditangkap oleh masyarakat.

“4 ekor jenis ular dupung dan 1 ekor ular cobra,” ucap Anjang warga Gang MT lainnya.

Warga sekitar juga berharap, pihak instansi terkait dapat turun menangkap ular-ular yang ada di daerahnya. Sebab di lingkungan Jalan Flores, Gang MT ini banyak anak-anak dan khawatirnya ada anak yang terpatuk oleh ular.

Ular Puraca atau Peraca (Python breitensteini) adalah sejenis ular tak berbisa sebangsa sanca (suku Pythonidae) yang hidup endemik di Pulau Kalimantan.

Nama-nama lainnya, di antaranya, ular sanca pendek, ular sanca gendang, atau ular gendang saja.

Orang Dayak dan beberapa suku lain yang berkerabat menyebutnya sebagai ular ripung, ripong, lipung, lepung, lepong, depung dan panggilan-panggilan yang serupa.

Dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan sebutan Bornean short python, Borneo short-tailed python, atau Borneo python.(DN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here