
ZONAKALTENG, Kuala Kapuas – Pemerintahan Desa Budi Mufakat merobohkan atau membongkar ‘Jamban Helikopter’ disepanjang bantaran sungai untuk mendukung program stunting Kapuas bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
“Kita membongkar jamban helikopter ini di 3 rukun tetangga yakni RT 6,7 dan RT 8 disaksikan Camat, Babinsa dan ketua RT masing-masing,” kata Kades Budi Mufakat Hendy Murdiono, Kamis, 21 Januari 2021.
Kades mengatakan, pihaknya menargetkan pada tahun 2021 ini Desanya bebas jamban helikopter yang berada dibantaran sungai Kapuas, bahkan pada anak sungai agar tidak ada lagi BABS.
“Tahun 2021 ini kita targetkan tidak ada lagi jamban helikopter di bantaran sungai bahkan dia anak sungai di 14 RT Desa Budi Mufakat,” ucap dia.
Ia menyampaikan ini sebagai bukti keseriusan pihaknya menangani stunting. Sebagai ganti jamban yang telah di bongkar pihaknya membangun 14 unit WC komunal secara permanen menggunakan DD tahun anggaran 2020 dan bantuan stimulan dari Dinkes Kapuas.
“Kita mendapat bantuan stimulan dari Dinas Kesehatan berupa material closed dan semen untuk pembangunan 20 unit WC sedangkan dari dana desa berupa bahan kayu dan penutup atap serta penyediaan air bersih. Ini semua dikerjakan secara gotong royong,” jelas dia.
Ia menambahkan, setelah terealisasi pembangunan 20 WC kumunal baru dilakukan pembongkaran.
Sementara jumlah yang dibangun disesuaikan dengan kondisi letak rumah warga dimana tiga rumah bisa menggunakan satu jamban.
Nantinya dibangun kembali 20 jamban menggunakan dana desa. Semoga ada stimulan dari Dinkes dan Dinas PUPR-PKP untuk jamban sehat.
“Sebelumnya kendala yang dihadapi yakni merubah pola pikir dan budaya masyarakat sudah terbiasa dengan Mandi Cacus di sungai. Namun, Alhamdulillah pola pikir masyarakat sudah berubah,” pungkasnya. (DJEMMY NAPOLEON/A2)
