Jumat, Oktober 16

Polisi Pulang Pisau Berbagi di Tengah Lemahnya Ekonomi Dampak Pandemi Covid-19

Polisi Pulang Pisau Berbagi di Tengah Lemahnya Ekonomi Dampak Pandemi Covid-19

ZONAKALTENG, Kuala Kapuas-Aparat kepolisian Polres Pulang Pisau berbagi untuk membantu meringankan beban masyarakat ditengah lemahnya ekonomi dimasa pandemi COVID-19.

Kapolres Pulang Pisau AKBP Yuniar Ariefianto melalui Kasium, AIPTU Ferdy Ario Permana melaksanakan aksi sosial dengan menyambangi warga yang kesulitan ekonomi di sejumlah wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Minggu 24 Januari 2021.

Didampingi isteri tercinta, Sri Hayati, Ferdy berjalan kaki supaya dapat bertemu langsung dengan warga untuk membagikan beras dan paket sembako.

AIPTU Ferdy mengatakan, saat dirinya berbincang dengan warga, diketahui banyak warga yang mengaku tidak dapat bekerja selama masa pandemi COVID-19.

“Sebagian warga bekerja sebagai buruh serabutan, seperti bekerja sebagai tukang bangunan, dan selama masa pandemi ini hampir tidak ada yang memerlukan jasa tukang, sehingga membuat mereka tidak mendapat penghasilan,” ujar Ferdy.

Begitupun menurutnya, warga yang biasa bekerja sebagai menyediakan jasa seperti jasa pijat, selama pandemi ini mengaku jarang sekali ada orang yang memerlukan jasanya.

“Dengan adanya pembagian beras ini, diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara anggota Bhayangkari Polres Pulang Pisau, Sri Hayati menambahkan, selain membagikan beras, pihaknya juga membagikan paket sembako dan masker.

Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Kapuas dua periode ini mengharapkan, dengan dibagikannya masker itu dapat mengedukasi masyarakat supaya terus disiplin menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“kehadiran polisi dan bhayangkari ini, diharapkan mampu memberikan rasa kebersamaan dan semangat bagi masyarakat untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi,” ucap Sri.

Sedangkan salah seorang warga, Adul mengatakan, sangat terbantu dengan adanya bantuan berupa beras dan paket sembako lainnya ini.

“Karena ditengah pandemi Covid-19, jumlah warga yang menggunakan jasanya saya sebagai pekerja serabutan sangat berkurang, sehingga pendapatan keluarganya sangat menurun,” kata Adul.(Djemmy Napoleon/A1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *