Jumat, Oktober 16

DMI Barsel: Masyarakat tetap terapkan protokol kesehatan saat ibadah ramadhan

ZONAKALTENG,Buntok-Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Barito Selatan, Kalimantan Tengah mengatakan masyarakat di wilayah setempat diminta tetap menerapkan protokol kesehatan pada saat menjalankan ibadah ramadhan di masjid dan mushola.

“Penerapan protokol kesehatan pada saat menjalankan ibadah ramadhan itu penting dilakukan karena kita saat ini masih dimasa pandemi COVID-19,” kata Ketua DMI Barito Selatan, HM Yusuf Kalem usai menghadiri pertemuan membahas terkait hal itu di Kantor Kementerian Agama Barito Selatan, di Buntok, Selasa.

Meskipun demikian lanjut dia, umat islam patut bersyukur, sebab pada tahun ini diperbolehkan melaksanakan sholat tarawih berjamaah, dan sholat Idul Fitri, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan yang dianjurkan pemerintah.

Dikatakan HM Yusuf Kalem, diperbolehkannya melaksanakan sholat tarawih berjamaah dan sholat Idul Fitri tersebut sesuai dengan surat edaran pimpinan pusat Dewan Masjid Indonesia.

Kemudian lanjut dia, berdasarkan surat edaran dari Gubernur Kalimantan Tengah tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang didalamnya ada imbauan dari gubernur tentang pelaksanaan ibadah dibulan suci ramadhan.

Selain itu juga lanjut dia, sesuai dengan surat edaran dari Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 03/2021 tertanggal 5 April 2021 tentang panduan beribadah pada bulan ramadhan dimasa pandemi COVID-19.

“Bagi umat islam yang melaksanakan sholat tarawih, tadarus Al-Quran dan iktikaf di masjid dan mushola supaya tetap menjaga jarak dan membawa sajadah sendiri dari rumahnya masing-masing,” tambah dia.

Sedangkan jumlah jamaah yang melaksanakan ibadah ramadhan nantinya dibatasi 50 persen dari jumlah kapasitas pada masjid dan mushola.

“Kalau bangunan masjid dan mushola yang ukurannya kecil, diminta pengurus masjid membuat tenda untuk tempat jamaah melaksanakan sholat tarawih. Untuk pengurus masjid dan mushola supaya menggulung ambal dan
menyediakan alat cuci tangan,” ucap HM Yusuf Kalem yang juga Wakil Ketua DPRD Barito Selatan itu.

Ia menambahkan, berdasarkan surat edaran itu, pada malam Idul Fitri tidak boleh dilaksanakan pawai takbiran dan begitu juga dengan open house di Hari Raya Idul Fitri.

“Selaku ketua DMI Barito Selatan, kami wajib menyampaikan informasi ini kepada masyarakat, supaya umat Islam tetap menerapkan protokol kesehatan pada saat menjalankan ibadah di bulan suci ramadhan,” jelasnya.

HM Yusuf Kalem juga menyampaikan, berdasarkan hasil perhitungan, awal puasa pada tahun ini Insya Allah akan dilaksanakan pada Selasa, 13 April 2021.

“Namun hal itu berdasarkan hasil perhitungan sementara menunggu pemantauan hilal dan sidang isbat dari Kementerian Agama Republik Indonesia,” tambahnya.

Menurut dia, kenapa hal ini disampaikan agar umat islam di daerah ini mengetahui awal puasa, sehingga bisa bersiap-siap.

“DMI Barito Selatan nantinya juga akan melakukan pemantauan harga barang dipasaran terutama harga beras sebagai patokan untuk pembayaran zakat fitrah,” demikian HM Yusuf Kalem.(H.Bayu/A1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *