Jumat, Oktober 16

Dinas Kesehatan Kapuas Genjot Pencapaian BIAN

ZONAKALTENG, Kuala Kapuas- Pemkab Kapuas melalui Dinas Kesehatan genjot dan menyukseskan program pemerintah pusat yakni pencapain Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

Plh Kepala Dinkes Kapuas, dr Hj Try Setya Utami melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Tonun Irawati Panjaitan mengatakan, BIAN menitik beratkan anak usia 6- 59 bulan untuk pemenuhan imunisasi dasar.

“Saat ini capaian BIAN di Kapuas masih rendah baik untuk vaksinasi kejar 0,7 persen, imunisasi campak dan rubella masih 33,4 persen,” kata dr Tonun Irawati Panjaitan, Senin, 27 Juni 2022.

Ia menyampaikan sasaran untuk Kapuas 8.533 masih 0,7 persen untuk vaksinasi kejar diantaranya untuk polio dan hepatitis sedangkan imunisasi sasarannya ada 26.225 masih 33,4 persen diantaranya untuk rubella dan campak.

Dirinya sebelumnya terkendala logistik yang mengalami keterlambatan, sementara itu juga pencanangan dari Pemerintah Pusat harus sudah dilaksanakan pada Bulan Mei 2022.

Tidak hanya itu, lanjut dia, alat suntik ukuran jarumnya juga terlambat karena lebih spesifik karena khusus digunakan pada saat pelaksanaan BIAN.

Namun, perlu di apresiasi rekan rekan di Puskesmas bisa memanfaatkan logistik yang ada sehingga bisa terlaksana walaupun belum maksimal.

“Sosialisasi pun masih minim untuk program BIAN karena kita masih konsentrasi untuk pencapaian vaksinasi anak dosis 1 dan 2 sementara program dari Pusat harus dilaksanakan program BIAN,” kata dia.

Menurutnya, karena belum seluruhnya rampung kegiatan vaksinasi anak maka muncul asumsi dari masyarakat bahwa BIAN vaksinasi baru pada hal ini merupakan imunisasi dasar yang harus didapat balita untuk imunitas ketahanan tubuh.

Memang ada kelonggaran dari Pemerintah Pusat untuk pencapaian BIAN setelah pihaknya melakukan audiensi dengan pemerintah Provinsi dan Pusat adanya keterlambatan tersebut.

Tidak hanya untuk Kapuas namun juga bagi kabupaten lain di seluruh indonesia.

” BIAN ini menggunakan aplikasi yang dinamakan ASIK, artinya sangat tergantung dengan sinyal internet dan listrik 1×24 jam, sehingga rekapitulasi data di lapangan  belum bisa di upload,” kata dia.

Ia berharap kedepan pola pikir masyarakat harus memahami bahwa program BIAN ini bukan hal yang baru hanya perubahan nama saja, karena vaksinasi maupun imunisasi sama saja seperti dulu sebab tujuannya memberikan kekebalan bagi anak sejak usia balita.

“Masyarakat tidak perlu khawatir terkait BIAN pada hal ini imunisasi lengkap pada balita yang sudah ada sejak dulu sehingga kekebalan tubuh anak anak kita tahan terhadap campak, rubella bahkan polio dan hepatitis,” pungkasnya. (DJEMMY NAPOLEON/A2).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *