
Foto : Tim Bappenas RI turun kelapangan Evaluasi Program Food Estate di Kapuas. (Djemmy Napoleon)
ZONAKALTENG, Kuala Kapuas- Tim Bappenas RI evaluasi program ketahanan pangan nasional food estate di Kabupaten Kapuas yang terintegrasi dengan transmigrasi dan DPUPR-PKP terkait infrastruktur penunjang.
Hal tersebut dilaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi di Aula Bappedalitbangda di pimpin Asisten III Setda Kapuas, Muhammad Saribi.
Dihadiri tim evaluasi Bappenas RI, Dinas Pertanian Hortikultura Provinsi Kalteng dan OPD di lingkup Pemkab Kapuas.
Tim tenaga ahli Evaluasi dari Bappenas RI, Silvi mengatakan pihaknya dari Kementrian BPN Bappenas RI melalui unit kerja Direktorat Pemantauan dan Evaluasi pembangunan sektoral melaksanakan evaluasi akhir pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
“Memasuki periode terakhir 2020-2024 ini, pelaksanaan RPJMN perlu di lakukan pemantauan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan selama 5 tahun,” kata Silvi.
Ia menyampaikan salah satu yang menjadi evaluasi adalah pengembangan sentra produksi pangan atau yang lebih di kenal food estate di Kalteng khususnya Kabupaten Kapuas.
Pemilihan lokasi tertentu saja, lanjut dia, tidak semua lokasi dikunjungi.
Kalteng salah satu wilayah yang di kunjungi sangat strategis yang sudah ada rencana induknya yang menjadi putusan menteri BPN Bappenas RI.
“Jadi kami rasa perlu di lakukan pendalaman implementasi di Kabupaten Kapuas seperti apa,” ucap dia.
Ia mengakui pihaknya baru menghimpun data dari OPD terkait, setelah itu mencoba melakukan pengumpulan data di lapangan.
Serta melakukan diskusi langsung dengan petani di kawasan food estate dan di luar kawasan.
Nantinya seluruh data sudah rampung baru dilakukan analisis.
“Dari apa yang disampaikan OPD terkait baik Bappedalitbangda, Dinas Pertanian, DPMD, Transmigrasi serta dinas terkait potensi pertanian di Kalteng sangat besar baik komoditi pangan, Holtikultura dan peternakan,” ucap dia.
Ia menambahkan memang masih ada tantangan yang menjadi pekerjaan rumah baik di pemerintah pusat maupun daerah.
Ke depan akan memperkuat lembaga, kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Sehingga menambahkan nilai tambah bagi daerah dan para petani, tetapi harus memikirkan strategi pemasaran yang lebih luas.
“Kita perlu memikirkan kerja sama dengan satker dan segi anggaran food estate masih dalam projek RPJMN jadi ada alokasi anggaran yang di prioritas untuk program food estate,” imbuhnya.
Ia mengharapkan pengembangan sentra produksi pangan tetap berlanjut untuk mencapai target di 2024.
Tetapi jangan berhenti sampai disini saja, akan tetapi tetap dilanjutkan ke periode berikutnya.
Meski nanti berganti Presiden, kepada daerah tetap dilanjutkan dalam hal ini Pemerintah pusat dan daerah bersinergi agar terus berlanjut.
Karena Kalteng salah satu daerah penyangga IKN nantinya.
“Saya berharap dengan keterlibatan lintas kementerian dan instansi serta OPD sehingga berkembang terus bahwa di daerah lain sehingga ketahanan pangan nasional bangsa Indonesia lebih kuat dan mandiri tidak lagi impor tetapi bisa ekspor karena kebutuhan nasional telah terpenuhi,” pungkasnya. (DJEMMY NAPOLEON)
