EDITORIAL : ‘Mahaliling’
Oleh: Kadarisman (Penikmat Kekayaan Budaya Banjar Tinggal di Tabalong) Orang hulu sungai mendengar kata "mahaliling" ini akan lihum. Kata ini masih bakula dengan kata waluh. Karena dua kata ini sepatuk sepangikih. Rancak bertemu dalam gangan: haliling dan waluh. Mahaliling secara denotatif adalah makan haliling. Namanya makan itu biasa aja, seperti kebanyakan orang makan umumnya. Tapi untuk satu ini berbeda. Makan haliling itu sebuah proses ma'isap dan mangucup haliling secara kejut, sampai dagingnya keluar. Dari sini lahir makna konotatif lainnya. Mahaliling diplesetkan agak carubu tetapi tidak menjadi tabu. Mungkin karena makna sebenarnya memang soal proses makan saja lalu diberikan pada pemaknaan lainnya. Mahaliling jenis ini menjadi metafora untuk menyebut jenis aktivit...










