
Barselnews, Pulang Pisau – Siapa yang tidak kenal dengan Srikandi yang satu ini. Sosok wanita yang dikenal ramah, bersahaja dan memiliki kemampuan berkomunikasi dengan kaum perempuan, ia juga dikenal sebagai sosok ibu yang menjadi panutan baik keluarga maupun masyarakatnya.
Dia adalah Hj. Rusita Irma, Spi, MPd, kelahiran Puruk Cahu 12 Oktober 1970. Nama Rusita Irma bukanlah sosok yang baru, terlebih dikalangan wanita atau kaum perempuan.
Nama dan popularitasnya meroket ketika aktif dalam berbagai organisasi, dan mendampingi suami tercinta H. Idham Amur, SH, MSi yang juga merupakan tokoh disegani di Bumi Handep Hapakat julukan Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Dalam berbagai organisasi Hj. Rusita Irma merupakan sosok perempuan yang cukup aktif diantaranya dipercaya sebagai Ketua Fatayat NU Kabupaten Pulang Pisau dua periode sampai sekarang, dan juga di percaya sebagai Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI).
Peremuan yang memiliki dua orang anak yakni Melisa Irdayana,B.A dan M. Yahya Wijaya ini, juga berperan dalam membangun Bumi Handep Hapakat, dan bahkan ia bercita-cita untuk memajukan sektor pendidikan.
Ia menilai, pendidikan di Bumi Handep Hapakat saat ini sudah On The Track, alias cukup baik. Namun menurutnya tetap perlu ada peningkatan, terutama dalam masalah kesejahteraan tenaga pengajar.
“Persoalan yang perlu diperhatikan tidak hanya fasilitas pendidikan, tetapi juga pengajar atau guru honorer penting mendapatkan dukungan maksimal,” ujar Hj. Rusita Irma putri dari Hj. Siti Asniah dan H. Abdul Gaus.
Hj. Rusita Irma yang pernah bersekolah di SDN Puruk Cahu Seberang, Kabupaten Murung Raya lulus di thn 1983, SMIP Tahun 1945 Banjarmasin lulus Tahun 1985, SMA PGRI 5 Banjar Masin lulus Tahun 1989, Kuliah di Univ Achmad Yani lulus Tahun 1997 dan S2 Univ PGRI Adibuana Surabaya.
Ia berpandangan, dasar utama untuk meningkatkan kemajuan pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat, ialah dengan memberikan perhatian khusus pada sektor pendidikan.
“Bila pendidikan daerah tersebut baik, maka akan melahirkan SDM yang unggul dan terampil. Jika sudah demikian, semua pelaksanaan program pemerintah juga akan terlaksana sesuai harapan,” ujar Hj. Rusita Irma,
dimana putrinya Melisa Irdayana merupakan lulusan S1 Bahelor of Arts (Honours) clas student peringkat ll, dan tidak berapa lama lagi anaknya kembali lulus S2 bergelar MSc.
Selain dalam sektor pendidikan, permasalahan lain yang tidak kalah penting menurut pandangan Hj. Rusita Irma perhatian terhadap generasi milenial. Ia menilai, di era teknologi sekarang ini Generasi Muda juga perlu mendapatkan perhatian.
“Generasi muda yang lebih mengenal teknologi wajib mendapatkan perhatian agar tidak ketinggalan dengan daerah lainnya. Jika kita tidak memperhatikan maka siapa lagi yang membantu mereka untuk menuntun jalan dan cita-cita mereka,” beber Hj. Rusita Irma adik dari Hj. Sita Asma merupakan dua bersaudara ini.
Selain meningkatkan pendidikan dan perhatian terhadap generasi muda, Hj. Rusita Irma juga berniat ingin meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan daerah. Diantaranya dengan mendorong serta meningkatkan perhatian agar kaum wanita memiliki kreatifitas dan keterampilan.
Perempuan yang aktif dalam berbagai organisasi itu, kata Hj. Rusita Irma baik didalam program serta regulasi yang ada sudah cukup banyak tersedia. Namun, dalam penerapannya perhatian terhadap kaum perempuan pun masih kurang maksimal.
“Sosok perempuan tidak hanya harus menjadi ibu rumah tangga, kami selaku perempuan juga bisa memberikan hal positif bagi keluarga juga masyarakat, lewat hal-hal pembinaan maupun terkait persoalan-persoalan lain. Hal ini yang harus kita bangun dan perhatikan,” tandasnya. (Avd/EF/A2)
