
Barselnews, Kapuas- Ribuan massa pendemo di Kuala Kapuas lempari aparat Kepolisian dengan kayu dan es batu, karena tidak puas terhadap hasil pemilihan umum serentak 17 April 2019.
Pantauan Barselnews, aksi pendemo yang tidak puas dengan keputusan KPU langsung melakukan long mars ke kantor KPU Kapuas, Jalan Tambun Bungai. Para pendemo pun bertindak anarkis, karena keputusan KPU tidak memuaskan mereka menyerang pihak kepolisian dengan melempar kayu dan es batu.
Namun kesiagapan pihak kepolisian dengan pasukan anti huru hara berusahan membuarkan masa walaupun meski ditengah hujan kayu dan batus es, massa pun berhasil dipukul mundur atau dibuarkan dengan tembakan water canon dan senjata gas air mata.
Hal tersebut terlihat saat Polres Kapuas melaksanakan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota). Senin (18/3/2019).
Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuantoro melalui Kabag OpsAKP Iqbal Sengaji mengatakan, kegiatan simulasi Sispamkota ini sudah dilaksanakan selama tiga hari.
“Hari ini merupakan puncak dari simulasi dimana kita mengukur kekuatan personil dalam menghadapi situasi yang mengancam,” kata ungkapnya.
Ia menjelaskan, dalam pengamanan Pemilu pihaknya berkekuatan 100 personil dan dibantu oleh rekan-rekan TNI, Sat Pol PP dan satuan pengamanan lainnya dalam menghadapi Pileg mau pun Pilpres.
Setiap ancaman kerawanan, lanjut dia, selalu akan terpantau oleh pihaknya. Hal ini untuk memastikan kondusifitas menghadapi pemilu serentak.
“Kita memainkan simulasi ini sesuai dengan Standar Operasional Prosedur dari awal kampanye, minggu tenang, pencoblosan sampai penetapan ada aksi demo sampai pada adegan penyandaraan dan ditaklukan oleh tim elit Polres Kapuas CRT king cobra,” ucap dia. (JM/A2).
