Beranda Headline Usai Buka Puasa Puluhan Warga Desa Narahan Keracunan Massal

Usai Buka Puasa Puluhan Warga Desa Narahan Keracunan Massal

25
0

Barselnews, Kapuas  – Sedikitnya ditiga RT Handel Simpang Aya, Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak mengalami keracunan massal usai berbuka puasa. Di Masjid Nurul Istiqomah. Kamis 23 Mei 2019 sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kejadian terjadi setelah warga mengalami gejala mual, muntah dan sakit kepala. Begitu mengalami kejadian tersebut mereka langsung dilarikan ke RSUD dr Soemarno Sosro Admojo Kapuas untuk mendapatkan perawatan.

“Saya merasa mual dan sakit perut hingga buang air besar mencret setelah saur. Sebelumnya ikut berbuka puasa pada sore kemarin dan makan makanan yang disediakan berbuka puasa telor masak habang atau merah,” kata Raudah salah satu warga yang diduga keracunan.

Tim medis RSUD langsung memberikan penanganan terhadap pasien yang mengalami keracunan terdiri dari anak-anak orang dewasa dan lansia.

Informasi yang didapat, hingga saat ini sekitar 82 orang pasien yang dirawat di RSUD Kapuas dan kemungkinan masih bertambah. Rata-rata pasien mengalami dehidrasi.

Warga yang ikut pada saat kegiatan buka bersama Safari Ramadhan Pemkab Kapuas tersebut yakni, warga Desa Handil Libu Sindun, Aya, Baru dan Desa Tanggul.

Direktur RSUD Kapuas, dr Agus Waluyo mengatakan, pihaknya langsung memberikan pertolongan medis kepada pasien yang mengalami keracunan.

“Kita menerima pasian dari pukul 07.00 WIB tadi pagi. Untuk korban sendiri yang sudah mendapat penanganan sekitar 82 orang pasien.Tapi ada satu pasien yang mengalami shock tapi sudah berangsur pulih setelah dilakukan penanganan,” beber dia.

Ia menambahkan, korban dugaan keracunan makanan tersebut rata-rata orang dewasa dan untuk anak-anak sekitar 18 pasien sementara 64 pasien orang dewasa.

Kejadian ini, lanjut dia, bisa dikatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) namun merupakan kewenangan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas bersama tim yang nantinya di ajukan kepada Bupati Kapuas.

Sebab kondisi dilapangan diperkirakan korban mencapai 140 hingga 160 korban. Karena Tim medis masih dilapangan melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga.

“Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Kondisi ini bisa dikatan KLB, namun itu kewenangan Dinkes dan tim,” ucap dia. (DJEMMY NAPOLEON/A2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here